Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Jawab Kritik Kartu Prakerja

Presiden Joko Widodo memberikan jawaban dan penjelasannya mengenai program Kartu Prakerja yang selama ini menimbulkan polemik di masyarakat.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 23 April 2020  |  08:49 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberikan jawaban atas munculnya sejumlah kritik mengenai pelaksanaan program Kartu Prakerja.

Dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab di acara Mata Najwa, Rabu (23/4/2020), Presiden Jokowi merespons kritik mengenai konsep dan pelaksanaan Kartu Prakerja yang kurang tepat. Pasalnya, sejumlah pihak menilai, saat ini yang dibutuhkan masyarakat terutama korban pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan bantuan tunai dan bukan dalam bentuk pelatihan.

Presiden Jokowi mengatakan, pada awalnya Kartu Prakerja disiapkan untuk program pelatihan secara offline. Program ini menurutnya sudah didesain sejak Oktober 2019 guna memberikan pelatihan seperti teknik coding, teknik programming, barista dan chef.

“Tetapi sekarang ada kondisi berbeda yang extraordinary karena ada Covid-19. Hanya dalam satu setengah bulan desain [kartu prakerja] dibelokkan, diubah total. Karena kita gak mungkin harus melakukan pelatihan langsung, yang harus bertemu langsung seperti chef dan barista,” ujarnya.

Dia pun mengklaim bahwa program Kartu Prakerja sudah bukan murni program pelatihan. Dia menyebutnya sebagai program semi bansos.

“Arahnya murni semi bansos, apalagi [dana] yang Rp600.000 yang diberikan selama 4 bulan itu semi bansos terutama korban PHK. Apalagi Ini sudah 89,5 persen dari yang ikut kartu prakerja ini korban PHK,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah menurutnya, mendesain program tersebut dalam bentuk pelatihan daring atau online lantaran adanya wabah corona. Tak heran jika sejumlah platform, termasuk startup pendidikan ditunjuk sebagai pelaksana program pelatihan tersebut.

Dia menyatakan bahwa Kartu Prakerja merupakan program yang terbuka kepada publik. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan pemberi pelatihan online yang ikut serta.

Selain itu, masyarakat pun dapat melihat dan memilih langsung program pelatihan yang diinginkan dan sesuai dengan harga yang dikehendaki. Terlebih pemerintah membekali peserta Kartu Prakerja untuk membeli program pelatihan dengan dana senilai Rp1 juta.

“Ini program terbuka. Misalnya ada perusahaan A ikut sebagai pemberi pelatihan di Kartu Prakerja ini. Mereka belum tentu dipilih oleh masyarakat,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bansos Najwa Shihab kartu prakerja
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top