Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah: Kalau Menu Pelatihan Prakerja Jelek, Berikan Rating Rendah!

Pemerintah meminta peserta Kartu Prakerja untuk ikut memberikan penilaian terhadap menu pelatihan yang disediakan oleh mitra pelaksana pelatihan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 22 April 2020  |  19:40 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mempersilakan peserta terpilih program Kartu Prakerja untuk bijak dalam memilih program pelatihan yang diberikan oleh perusahaan mitra pemberi pelatihan.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja Denni Purbasari mengatakan pada gelombang satu pendaftaran Kartu Prakerja, telah terpilih 168.111 peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Para peserta yang lolos tersebut pada malam ini, Rabu (22/4/2020), dapat memilih program pelatihan yang diinginkan di 8 platform pelaksana pelatihan.

“Silakan dipilih dan dilihat, pelatihan mana yang dibutuhkan dan lihat juga mana yang nilainya terlalu mahal dan mana yang dinilai harganya sesuai dengan bobot pelatihan. Kalau terlalu mahal, jangan dipilih,” katanya, dalam konferensi pers daring, Rabu (22/4/2020).

Dia pun meminta, nantinya ketika peserta sudah selesai menuntaskan paket pelatihan dan tidak puas dengan kualitas pelatihan, dapat memberikan nilai (rating) sesuai penilaian.

“Kalau pelatihannya dinilai jelek kualitasnya, yang jangan ragu berikan rating yang jelek juga. Hasil penilaian peserta  ini akan menjadi bahan evaluasi kami dengan mitra pemberi pelatihan,” katanya.

Nantinya apabila suatu menu pelatihan atau perusahaan pemberi pelatihan mendapatkan rating yang buruk dari peserta, maka akan dievaluasi kerjasamanya oleh pemerintah.

“Ke depan kami juga akan berusaha menambah layanan lain, seperti memberikan menu sort harga paket pelatihan, kualitas pelatihan dan bahkan ketika nanti wabah Covid-19 selesai, kami bisa menambahkan menu lokasi pelatihan secara offline  yang terdekat dari domisili peserta,” katanya.

Adapun, Denni mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses transfer dana terhadap 168.111 orang peserta Kartu Prakerja yang lolos pada gelombang pertama. Dana sebesar Rp3,55 juta tersebut akan mengalir melalui rekening virtual account masing-masing peserta yang lolos gelombang pertama.

“Prosesnya bertahap, bisa dalam 3-5 jam ke depan masuk ke rekening virtual account peserta. Nanti peserta akan menerima notifikasi melalui SMS terkait masuknya dana ini,” katanya 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif pelatihan kartu prakerja
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top