Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Luhut: Anggaran 5 Destinasi Super Prioritas Tidak Akan Dipangkas

Di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan anggaran pembangunan lima destinasi super prioritas tidak akan dipangkas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2020  |  01:17 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan anggaran pembangunan lima destinasi super prioritas tidak akan dipangkas.

Kelima destinasi super prioritas itu yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT) dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Kami sepakat dengan Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani), program-program pembangunan lima tourist destination di mana Kementerian Perhubungan terlibat, itu tidak dipotong tapi dimasukkan pada multiyears,” kata Luhut yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim dalam rapat kerja virtual dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Luhut menjelaskan alasan tidak dipotongnya anggaran sektor pariwisata, yakni karena sektor tersebut menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendongkrak ekonomi sehingga pengembangannya dinilai tidak boleh terganggu.

“Pariwisata ini salah satu yang paling cepat bisa rebound, maka jangan sampai terlalu terganggu,” katanya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020, Kementerian Perhubungan mengubah postur anggaran dengan rincian pagu akhir anggaran menjadi Rp36,99 triliun dari sebelumnya Rp43,11 triliun. Dengan demikian, terdapat penghematan Rp6,13 triliun.

Kementerian Perhubungan juga melakukan relokasi anggaran untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp320,7 miliar.

Relokasi anggaran diperuntukkan untuk pengadaan peralatan pencegahan dan penyebaran virus, pembelian alat pengaman diri, pembelian multivitamin penambah daya tahan tubuh, honor dan petugas piket hingga pengadaan alat dukung seperti termometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Luhut Pandjaitan

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top