Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hati-hati! Tidak Semua Masker N95 Penuhi Standar

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) diharapkan lebih cermat dan berhati-hati. Pasalnya, masker N95 juga didesain untuk berbagai industri lain.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 09 April 2020  |  14:26 WIB
Seorang pekerja mengenakan masker buatan 3M Co. ketika membersihkan bus penumpang di sebuah terminal di Moskow, Rusia, Kamis (19/3/2020). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Seorang pekerja mengenakan masker buatan 3M Co. ketika membersihkan bus penumpang di sebuah terminal di Moskow, Rusia, Kamis (19/3/2020). - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Alat Kesehatan Indonesia menyatakan tidak semua masker N95 yang didesain khusus sesuai standar penanggulangan virus corona Covid-19.

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) diharapkan lebih cermat dan berhati-hati. Pasalnya, masker N95 juga didesain untuk berbagai industri lain.

"Ini dari produsen 3M sendiri yang mengingatkan bahwa tidak semua jenis masker N95 sesuai untuk nakes yang menganggulangi wabah Covid-19," katanya dalam rapat virtual dengan Komisi IX, Rabu (8/4/2020).

Tak hanya itu, Randy juga mengingatkan untuk produk alat pelindung diri (APD) coverall tidak semua juga sesuai standar untuk menanggulangi Covid-19. Menurutnya, coverall selama ini pun didesain untuk berbagai industri dari pertanian hingga nuklir.

Rendy pun menyatakan pihaknya siap dilibatkan dalam membantu mengawasi hingga menyediakan berebagai alkes untuk nakes dalam perang melawan Covid-19 saat ini.

Menurut Randy, selama ini Gakeslab mengklaim dianggap dianaktirikan oleh pemerintah, tetapi pihaknya siap berkontribusi untuk penanggulangan wabah Covid-19. 

Pasalnya, banyak anggota asosisasi yang mengajukan untuk impor berbagai perangkat medis yang dibutuhkan selama Covid-19 mulai dari APD hingga rapid test tetapi tidak dihiraukan.

"Kami ini sudah lama di industri nakes, banyak networking. Kami juga ingin berkontribusi melawan Covid-19 tetapi yang ada kami malah bingung sendiri mau menghubungi siapa bahkan sudah ke BNPB juga tidak ada jawaban," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alkes masker
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top