Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Alkes Keluhkan Bisa Produksi Tak Bisa Jual  

Para pelaku industri alat kesehatan mengaku kesulitan menjual produknya, kendati dari sisi produksi belum ditemui kendala yang berarti.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 April 2020  |  17:44 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Industri alat kesehatan mengeluhkan lambannya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP yang tidak membuka pintu untuk industri dalam negeri.

Alhasil, menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) Ade Tarya Hidayat dalam kurun satu hingga satu tengah tahun terakhir produksi industri tidak bisa dijual melalui e-katalog.

Dia mengatakan perlambatan kinerja LKPP kabarnya dikarenakan banyak perubahan yang sedang dilakukan. Namun, hal itu cukup mengganggu industri utamanya dalam upaya penyediaan alkes dalam penanggulangan wabah virus corona atau (covid-19).

"Katanya LKPP akan siap pada Juli tapi buat kami ini terlalu lama padahal di waktu yang sempit ini kami sedang banyak mengupayakan alkes untuk penanganan Covid-19 baik APD hingga ventilator," katanya dalam rapat virtual dengan Komisi IX, Rabu (8/4/2020).

Ade mengemukakan khusus untuk ventilator saat ini dia optimistis industri dalam negeri akan segera merampungkan prototype produk tersebut. "Tinggal masalahnya yakni nantinya akan diketahui komponen apa saja yang akan diperlukan untuk produksi."

Alhasil, dia menilai akan menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi industri lagi jika harus menunggu komponen atau bahan baku yang tidak ada di dalam negeri.

"Untuk ventilator kami sudah ada komunikasi dengan ITB dan BPPT, kami juga menjembatani industri yang produksi alkes ini dan saat ini terus berlangsung," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apd alkes lkpp
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top