Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Alkes Ingatkan Produksi Masal APD Tak Boleh Asal

Produksi masal alat pelindung diri dinilai tidak boleh dilakukan secara serampangan. Pasalnya, hal itu akan berdampak negatif kepada para tenaga medis yang menggunakannya.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 April 2020  |  17:16 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Industri alat kesehatan (alkes) mengingatkan dalam menghadapi perang melawan covid-19 saat ini, para pejuang garda depan yakni tenaga kesehatan tidak boleh diberikan senjata yang tidak berkualitas.

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengumpakan jika dalam perang dibutuhkan bambu runcing tentu tidak boleh dibuatkan bambu runcing yang tumpul.

Untuk itu, setiap produksi APD yang bukan dilakukan bukan oleh perusahaan alkes harus tetap mempertahankan mutu dan kualitas. 

"Setiap industri yang ingin turut menyelesaikan masalah tidak boleh membuat masalah baru. Percepataan penanganan covid-19 ini harus dengan resiko minimal dan hasil yang maksimal," katanya dalam pertemuan virtual, Rabu (8/4/2020).

Sementara itu,  untuk rencana pembelian ventilator bekas, Randy juga mengatakan agar diberikan pengawasan yang baik. Pasalnya, tentu Indonesia juga tidak mau seperti Belanda yang mengembalikan masker ke China karena dianggap tidak layak.

Dia pun menyayangkan industri alkes yang memiliki jaringan tidak difasilitasi kemudahan, sedangkan kemudahan diberikan pada seluruh industri untuk melakukan impor alkes demi memenuhi kapasitas. 

Adapun Randy memaparkan persoalan industri saat ini yakni terkendala jalur pengadaan dan arus kas akibat nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang dalam kurun sebulan ini sudah melemah 20 persen.

"Untuk itu kami harap dana turunan BPJS semoga bisa dialihkan pada pihak ketiga terutama pengusaha alkes karena obat saja bisa digunakan jika layanan medis tidak memiliki alkes yang jelas," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alkes Virus Corona alat pelindung diri
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top