Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Bantalan Sosial Harus Efektif, Defisit Anggaran Membengkak

Sejumlah berita menjadi topik utama harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (1/4/2020), di antaranya mengenai langkah pemerintah dalam menetapkan status darurat kesehatan guna menanggulangi dampak COVID-19.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 April 2020  |  05:45 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan "lockdown" tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi topik utama harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (1/4/2020), di antaranya mengenai langkah pemerintah dalam menetapkan status darurat kesehatan guna menanggulangi dampak COVID-19.

Berikut ini ringkasan sejumlah topik utamanya:

Bantalan Sosial Harus Efektif. Langkah tegas pemerintah menetapkan status darurat kesehatan guna menanggulangi dampak pandemi COVID-19 harus diikuti dengan percepatan dan efektivitas penyaluran dana bantuan dan stimulus ekonomi.

Pemerintah menyatakan COVID-19 sebagai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Opsi pembatasan sosial berskala besar pun ditempuh untuk menanggulangi pandemi ini.

Defisit Anggaran Membengkak, Pemerintah Ambil Konsekuensi. Defisit anggaran dipastikan berada di atas 3% dari Produk Domestik Bruto sebagai konsekuensi dari strategi pemerintah dalam menangani wabah virus corona atau COVID-19.

Presiden Joko Widodo mengatakan, kemungkinan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun ini mencapai 5,07%.

Laju Pertumbuhan Makin Tertekan. Pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi makin tertekan akibat penyebaran wabah virus corona atau COVID-19. World Bank bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya mencapai 2,1% (year-on-year/yoy).

Dalam laporan berjudul World Bank East Asia and Pacifi c Economic Update: April 2020 yang dirilis awal pekan ini, lembaga tersebut menuliskan bahwa tekanan terjadi dari ekspor dan impor.

Pelemahan Pasar Mobil Bakal Berlanjut. Penjualan mobil baru di pasar domestik diproyeksikan masih berlanjut hingga kuartal kedua tahun ini akibat tekanan dampak pandemi virus corona (COVID0-19).

Manufaktur China Diklaim Pulih. China mengklaim aktivitas manufakturnya pulih, menandakan ekonomi terbesar kedua dunia itu kembali normal setelah pandemi virus corona di negara tersebut mereda.

Biro Statistik Nasional (NBS) merilis purchasing managers’ index (PMI) Maret berada di posisi 52, naik dari rekor terendah 35,7 pada Februari. Angka 50 menandakan ekspansi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar global kabar pasar
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top