Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat : Kebijakan Pelarangan Mudik Harus Segera Diputuskan

Kerugian di sektor jalan tol bisa dikompensasi dengan perpanjangan masa konsesi. Namun, pemerintah juga harus memikirkan nasib pengusaha angkutan umum.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 April 2020  |  12:38 WIB
Jangan Mudik MediaLawanCovid19 AmanDiRumah
Jangan Mudik MediaLawanCovid19 AmanDiRumah

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2020 dipastikan akan menurunkan pendapatan bisnis di sektor jalan tol dan angkutan umum.

Oleh karena itu, kebijakan tersebut harus segera diputuskan agar para pengusaha terkait bisa mengambil langkah antisipasi dalam menekan kerugian. Pasalnya, penyaringan kendaraan yang melaju di jalan tol akan dilakukan sehingga hanya menyisakan angkutan logistik atau kendaraan golongan II—V.

Pengamat transportasi Dharmaningtyas mengatakan bahwa kerugian di sektor jalan tol bisa dikompensasi dengan perpanjangan masa konsesi. Namun, pemerintah juga harus memikirkan nasib pengusaha angkutan umum seperti bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

"Mereka [pengusaha bus angkutan umum] jangan sampai sudah memutuskan untuk mengerahkan armada eh, tahu-tahu kebijakan mudik diputuskan. Mereka pasti akan rugi," katanya kepada Bisnis, Rabu (31/3/2020).

Kendati belum ada keputusan kebijakan pelarangan mudik, Bisnis mencatat Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) lebih dulu memutuskan penghentian operasional sejumlah rute atau trayek.

Rute-rute yang disetop sementara operasionalnya adalah Bandara Soekarno-Hatta Bekasi Timur, Sentul City, Mangga Dua, Pramuka City, Pulo Gebang, D'Mall, Kemang Pratama, Epicentrum, Plaza Senayan, dan Halim-Depok.

Selain itu ada Transjawa dengan rute Jakarta—Surabaya, angkutan lintas batas negara, dan angkutan Bandara Kertajati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top