Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Rampung, Industri Petrokimia Dalam Negeri Mulai Ekspor Polyethylene

Mulai tahun ini, industri petrokimia Indonesia membuka pasar ekspor setelah rampungnya peningkatan kapasitas pabrik produk polyethylene (PE) di dalam negeri.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 01 April 2020  |  13:38 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Mulai tahun ini, industri petrokimia Indonesia membuka pasar ekspor setelah rampungnya peningkatan kapasitas pabrik produk polyethylene (PE) di dalam negeri.

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat bahwa total produksi PE dalam negeri pada akhir 2019 mencapai 1.186.000 ton/tahun yang berasal dari Chandra Asri dan Lotte Titan.

“Produksi PE dalam negeri kali ini dapat memenuhi permintaan domestik, sehingga kita dapat membantu mengurangi beban impor dan defisit neraca berjalan,” ujar Edi Rivai, Direktur Bidang Olefin dan Aromatik Inaplas, dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2020).

“Tidak hanya itu saja, produksi PE dalam negeri kali ini juga mengalami surplus yang sedang kita upayakan untuk diekspor,” tuturnya.

Akibat dari kurangnya pasokan produk PE dalam negeri di tahun-tahun sebelumnya, Indonesia mengimpor produk PE dari berbagai negara, seperti negara Asean dan Korea.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total permintaan produk PE dalam negeri mencapai 1.005.000 ton/tahun.

Sebelumnya, Indonesia merupakan negara net impor produk PE. Namun dengan rampungnya ekspansi pabrik PE milik Chandra Asri pada kuartal empat 2019 yang bertambah sebesar 400.000 ton/tahun menjadi 736.000 ton/tahun dan dengan produksi full capacity milik Lotte Titan sebesar 450.000 ton/tahun, maka Indonesia kini dapat memenuhi kebutuhan PE dalam negeri secara maksimal.

Selain itu, Chandra Asri kini telah mampu memproduksi polimer jenis metallocene linear low density polyethylene (m-LLDPE), jenis yang sebelumnya hanya bergantung pada barang impor.

“Kami tentu berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungannya dalam menciptakan industri petrokimia yang berdikari. Berbagai insentif seperti tax holiday pada sektor strategis telah sukses memperkuat industri kita,” tambah Edi.

Industri petrokimia Indonesia merupakan tulang punggung dari berbagai industri hilir, seperti industri makanan dan minuman, otomotif, transportasi, ban, dan sebagainya.

Khusus untuk produk PE di Indonesia, aplikasinya adalah dalam bentuk kemasan makanan dan minuman, tangki air, terpal plastik, drum penyimpanan produk kimia, jerigen minyak goreng, pipa air minum bertekanan tinggi, pipa fiber optik, serta kabel XLPE tegangan rendah untuk PLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia inaplas
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top