Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Bawang Putih Diklaim Aman Selama Wabah Covid-19

"Hari ini di Tanjung Perak, Surabaya kedatangan 1.500 ton bawang putih impor dari China dengan menggunakan 40 kontainer. Kedatangan bawang putih ini diharapkan akan menurunkan harga bawang putih menjadi Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram."
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  20:49 WIB
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut stok bawang putih di seluruh Indonesia bakal aman dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Importasi bawang putih dari China sendiri disebut telah mulai masuk ke Indonesia melalui tiga pelabuhan yakni Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, dan Pelabuhan Belawan di Medan via Batam sejak 11 Maret lalu.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto saat memantau kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya. Bawang putih impor ini didatangkan oleh CV Semangat Tani Maju Bersama (STMB) yang telah mendapat rekomendasi dan izin impor dari pemerintah.

Tahun 2020 ini, Prihasto mengemukakan Kementan menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebanyak 450.000 ton untuk kebutuhan 10 sampai 11 bulan ke depan. Dan impor bawang putih ini sudah datang ke 3 pelabuhan besar di Tanah Air sejak 11 Maret lalu. Adapun total bawang putih yang telah masuk melalui Surabaya sampai saat ini tercatat berjumlah 7.700 ton.

"Hari ini di Tanjung Perak, Surabaya kedatangan 1.500 ton bawang putih impor dari China dengan menggunakan 40 kontainer. Kedatangan bawang putih ini diharapkan akan menurunkan harga bawang putih menjadi Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram," kata Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020).

Dia mengemukakan nantinya akan ada 100 sampai 150 kontainer berisi bawang putih yang masuk ke Tanah Air melalui empat pelabuhan. Dengan kondisi ini, dia pun mengharapkan masyarakat agar tetap tenang karena pasokan bakal tetap dijaga.

"Kedatangan ini akan berlanjut terus, sudah ada jadwalnya sampai akhir tahun. Minggu depan juga akan ada yang masuk lagi. Karena kami sudah menerbitkan RIPH 450.000 ton bawang putih untuk 54 importir," tegasnya.

Tak hanya bawang putih, Kementan juga telah menerbitkan rekomendasi impor bawang bombai yang saat ini terpantau stabil tinggi di atas Rp120.000 per kg. Prihasto mengaku importir yang mendapat izin sudah melakukan pembelian bawang bombai dari China, Australia dan Selandia Baru. Pihaknya telah menerbitkan rekomendasi impor sebanyak 227.000 ton.

"Pertengahan April nanti akan datang bawang bombay sehingga harga bisa turun hingga Rp25.000 per kg. Jadi kami minta sekali lagi masyarakat jangan khawatir, kami menjamin ketersedian pangan di Indonesia selama Covid-19 ini akan tetap aman dan terkendali," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengemukakan harga bawang putih masih berada di kisaran Rp42.000 sampai Rp45.000 per kilogram (kg). Menurutnya, harga cenderung sulit kembali ke level normal di kisaran Rp30.000 per kg sejak komoditas itu menyentuh level Rp60.000 per kg pada Februari lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top