Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tatalogam Kembangkan Baja Antivirus Corona

Tatalogam Lestari tengah mengembangkan produk baja ringan yang dapat mencegah dan mengurangi potensi penularan virus melalui produk tersebut.
Daffa Syaifullah
Daffa Syaifullah - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  16:27 WIB
Cegah penyebaran COVID-19, baja ringan antivirus dikembangkan.  - Antara.
Cegah penyebaran COVID-19, baja ringan antivirus dikembangkan. - Antara.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tatalogam Lestari, salah satu produsen genteng metal dan rangka baja ringan, tengah mengembangkan baja ringan antivirus yang mampu mencegah perkembangbiakan virus yang menempel pada logam, termasuk virus corona.

Vice Presiden PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan pihaknya tengah mengembangkan inovasi baja ringan antivirus tersebut sejak sebulan terakhir. Hal ini terinspirasi dari inovasi serupa yang pernah diterapkan saat Hong Kong dan China saat dilanda wabah SARS pada 2002-2004.

“Dari hasil uji laboratorium diketahui, baja ringan antivirus ini terbukti dapat menangkal berbagai macam virus dan bakteri berbahaya termasuk COVID-19 yang saat ini tengah mewabah,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (30/3/2020).

Dia mengatakan, baja ringan anti-virus yang diproduksi, menggunakan cairan khusus yang dapat menutup pori-pori baja sehingga virus tidak dapat berkembang biak di permukaannya. Dia menambahkan, virus corona atau Covid-19 ini dapat hidup pada permukaan logam hingga 72 jam bahkan lebih.

"Ini karena celah pori-pori benda tersebut jadi tempat hinggap bakteri dan virus. Virus membelah diri dan bisa bertahan lama. Kami berinovasi setiap tahun dan kali ini kami mengembangkan satu produk baja ringan anti-virus yaitu Nexalume Antivirus dan Sakura Truss Avico," kata Stephanus.

Adapun, Nexalume Anti Virus merupakan bahan baku baja ringan yang sudah dilapisi cairan anti-virus dan dilakukan coating tiga kali dengan teknologi nano-coating.

Bahan baku ini nanti bisa digunakan dalam berbagai keperluan seperti meja peralatan medis di rumah sakit, dan bahkan transportasi umum yang rawan dihinggapi dan menjadi tempat berkembang biak virus pembawa penyakit. Sementara itu Sakura Truss Avico merupakan rangka atap baja ringan yang sudah dilapisi cairan anti-virus.

Adapun, rangka atap baja ringan anti-virus ini diharapkan juga dapat melindungi masyarakat dari bakteri dan virus yang ditularkan dari binatang yang hidup di atap rumah seperti tikus.

Lapisan anti virus pada baja ringan ini bisa bertahan antara 5-10 tahun tergantung keadaan lingkungan. Di kondisi ekstrem, lapisan bisa bertahan 5 tahun dan tidak membutuhkan perawatan lain.

"Produk ini memang untuk membuat permukaan baja ini jauh lebih aman digunakan. Jadi bisa mengurangi inhabitan rate atau tempat virus berkembang sampai 99,91 persen. Jika virus menempel bukan dia mati tapi media tersebut oleh teknologi dari nexalum anti-virus ini bisa membuat virus ini jadi tidak bisa berkembang biak. Otomotis ini punya satu anti-microbrial di permukaan tersebut," kata Stephanus .

Semula pihaknya hanya bisa mampu memproduksi baja ringan tersebut dengan kuantitas terbatas, tapi dengan aplikasi di mesin pelapisan (CGL) akhirnya, bisa diproduksi lebih cepat dan lebih banyak.

“Jadi satu bulan kapasitasnya 18.000 ton dan ini kami harap bisa digunakan di mana-mana," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona logam

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top