Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Mewabah, Bagaimana Nasib Proyek Pembangkit EBT?

Proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dipastikan terus berjalan, kendati sedang terjadi wabah virus corona.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  13:25 WIB
Energi terbarukan - Istimewa
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian ESDM menyatakan hingga saat ini tak ada proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang berisiko terdampak oleh mewabahnya virus corona atau Covid-19. 

Direktur Aneka Energi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan proyek pembangunan pembangkit EBT ini tetap berjalan. Investasi EBT bersifat jangka panjang sehingga adanya virus corona tak berdampak pada keberlangsungan proyek pembangkit EBT. 

"Sampai saat ini tak ada laporan kendala. Efek corona ini saya lihat yang jangka pendek, kalau investasi EBT kan jangka panjang," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (28/3).

Pihaknya akan terus memantau progres setiap proyek EBT dan rencana investasi, sehingga tidak ada yang molor dari target semula.

"Kami melakukan upaya untuk memonitor potensi keterlambatan itu ada apa enggak dan misalkan ada, kami akan lihat permasalahannya apa untuk bisa diselesaikan secara bersama-sama," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Prijandaru Effendi menuturkan hingga saat ini, pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi masih berjalan dengan baik, di mana pengawasan dan pengendalian penyebarab virus corona yang sangat ketat

"Sejauh ini masih berjalan proyek pembangunannya," ucapnya.

Ketua Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA) Riza Husni menuturkan bahwa proyek pembangunan pembangkit tenaga air tetap berjalan. 

"Ini tetap berjalan tetapi dengan prosedur yang ketat," tuturnya. 

Untuk diketahui, hingga kini potensi EBT yang baru tergarap baru sebesar 2,3 persen atau 10,1 GigaWatt (GW) dari total potensi sebanyak 439 GW.

Selain itu, porsi EBT dalam bauran energi primer untuk pembangkit listrik baru mencapai 12,36 persen, padahal pemerintah menargetkan target bauran EBT dalam energi primer pada 2025 mencapai 23 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan ebt Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top