Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perkuat Lini Logistik, Coca-Cola Gandeng Kargo Technologies

Kargo Technologies merupakan perusahaan rintisan digital yang bergerak di bidang penyediaan pasar untuk para pengusaha pengiriman dan logistik.
Logo Coca-Cola/Istimewa
Logo Coca-Cola/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) melalui inisiatif corporate venture capital, Amatil X mengumumkan kerja sama bisnis dengan perusahaan rintisan Indonesia di bidang logistik, Kargo Technologies.

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz mengatakan langkah ini merupakan investasi awal pertama di Indonesia. Kerja sama dengan Kargo Technologies, lanjutnya, merupakan sebuah momentum bagi perjalanan transformasi Amatil Indonesia.

“Kami percaya bahwa investasi kami di Kargo Technologies akan mendukung ambisi Amatil Indonesia dalam meningkatkan kemampuan logistik Amatil Indonesia secara keseluruhan," jelasnya melalui keterangan resmi Jumat (27/3/2020).

Saat ini, Kargo Technologies sedang mengembangkan dua rute transportasi darat utama. Kadir mengharapkan strategi tersebut akan terus meningkat seiring dengan perluasan jaringan Kargo Technologies.

Selain itu Amatil Indonesia berharap kolaborasi ini tidak hanya dapat memperluas bisnis dan mengoptimalkan cara melayani pelanggan. Sebagai salah satu perusahaan penjualan, manufaktur dan distribusi minuman terbesar yang telah beroperasi sejak 1992 di Indonesia, Amatil Indonesia melakukan banyak investasi di setiap fasilitas manufaktur. 

Termasuk dalam hal pengembangan sistem dan teknologi. Pada 2015, Amatil Indonesia mengawali perjalanan transformasi digital yang berfokus pada penggerak ekosistem digital di Indonesia dalam mendukung Making Indonesia 4.0.

Sementara itu, Kargo Technologies merupakan perusahaan rintisan digital yang bergerak di bidang penyediaan pasar untuk para pengusaha pengiriman dan logistik. Kargo Technologies bertujuan mendigitalkan industri angkutan logistik Indonesia dengan memanfaatkan teknologi yang mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Melalui teknologinya, pengirim, pengangkut dan pengemudi truk dapat terhubung, bertransaksi dan melacak pengiriman secara real-time, melalui akses situs dan aplikasi seluler. Pada 2019, Kargo mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$7,6 juta.

Di era Making Indonesia 4.0, Kargo Technologies akan mendukung upaya Amatil Indonesia untuk mengoptimalkan kapabilitas logistiknya, melalui peningkatanproduktivitas dan efisiensi pada beberapa rute angkutan truk utamanya.

Tiger Fang, CEO Kargo Technologies mengatakan, logistik yang didukung teknologi merupakan tren yang telah terbukti di pasar lain, termasuk India, Cina, dan Amerika Serikat. Tiger menjelaskan di Indonesia, logistik jalan mencapai 16 persen dari PDB, dengan sekitar US$40 miliar dari anggaran dihabiskan untuk angkutan truk setiap tahun.

Industri ini terfragmentasi dengan tujuh juta truk beroperasi di 17.000 pulau. Sebanyak 90 persen perusahaan truk memiliki 100 truk atau kurang, sementara 75 persen memiliki 20 truk atau kurang. Oleh karena itu, Kargo Technologies sedang membangun infrastruktur digital untuk menghadirkan efisiensi bagi sistem logistik Indonesia.

Hal yang terpenting, Kargo dapat mengambil banyak muatan untuk backhaul. Artinya, truk dapat kembali dengan muatan kosong yang lebih sedikit, sehingga memungkinkan mereka untuk memaksimalkan pendapatan dan mendistribusikan biaya dengan lebih baik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper