Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Perjalanan, Paxel Catat Kenaikan Pengiriman Makanan Segar  

Paxel membekali Alat Perlindungan Diri (APD) kendati menjadi barang langka dan mahal. Selain itu untuk menjaga kondisi paket tetap aman dan bersih disinfektan lokasi kerja dan paket selalu dilakukan
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  02:32 WIB
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Start up logistik berbasis teknologi Paxel menyebutkan selama berjangkitnya virus corona atau Covid-19 di tanah air, terjadi permintaan pengiriman bahan makanan segar. Permintaan pengiriman bahan makanan segar terbesar berasal dari wilayah Jabodetabek.

Direktur Utama Paxel Zaldy Ilham Masita menyebutkan kebijakan bekerja dari rumah membuat naiknya pengiriman rata-rata sebesar 30 persen. Dia memerinci peningkatan paling tajam adalah bahan makanan segar dan alat kesehatan termasuk suplemen vitamin.

"Di antaranya, bahan pokok seperti sayur, buah, daging, yang paling banyak permintaannya, juga suplemen seperti jus dan jamu," jelas Zaldy, Rabu (25/3/2020).

Untuk menghadapi lonjakan pengiriman, menurut Zaldy, Paxel telah melakukan sejumlah upaya dalam memastikan keberlanjutan pengiriman bahan pokok tetap aman dari virus corona.

Selain itu, perusahaan kata dia tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan kurirPaxel membekali Alat Perlindungan Diri (APD) kendati menjadi barang langka dan mahal. Selain itu untuk menjaga kondisi paket tetap aman dan bersih disinfektan lokasi kerja dan paket selalu dilakukan.

"Penambahan fasilitas tempat penyimpanan dingin di cabang-cabang untul antisipasi lonjakan pengiriman bahan makanan segar,"jelasnya.

Sejauh ini Paxel memiliki fasilitas tempat penyimpanan dingin di 17 cabang Jawa Bali. Rencananya, semua lokasi akan ditambah untuk antisipasi peningkatan pengiriman bahan makanan segar.

Selain itu, saat ini hanya tim IT dan karyawan yang bekerja dari rumah sedangkan tim operasional tetap bekerja seperti biasa untuk memastikan pengantaran tetap berjalan dengan baik dalam kondisi yang berubah dengan cepat.

Dia tak menampik tantangan saat ini adalah untuk mengirim dengan cepat dalam kondisi yang tidak menentu. Di sisi lain kesehatan dan keamanan dari tim lapangan harus selalu dijaga dan tetap mengikuti prosedur kesehatan dengan disiplin

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top