Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Pusat Perbelanjaan Beri Keringanan ke Penyewa

Pengusaha pusat perbelanjaan menawarkan keringanan kepada para penyewa atau tenant yang bisnisnya terdampak oleh kebijakan penutupan mal dalam rangka pencegahan penyebaran Corona.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  13:48 WIB
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha pusat perbelanjaan mengaku bahwa pelaku bisnis di sektor ini tengah menghadapi keadaan sulit akibat merebaknya virus corona jenis baru atau Covid-19.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa saat ini sejumlah mal telah menutup sebagian operasionalnya untuk sementara guna mencegah penyebaran Covid-19.

Akibat keputusan itu, maka jumlah pengunjung tentunya akan menurun drastis. Melihat kondisi yang sepi, maka pengusaha mal memberikan kebijakan untuk meringankan biaya sewa dari para penyewa (tenant).

"Untuk saat ini banyak pusat perbelanjaan yang telah memberikan penundaan pembayaran kewajiban agar para penyewa dapat terbantu terlebih dahulu dari sisi cashflow," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Dia menyatakan bahwa kebijakan tersebut memang kembali ke pengusaha pusat perbelanjaan masing-masing. Hal ini mengingat para penyewa mempunyai perjanjian kerja sama yang belum tentu seragam dengan yang lainnya.

"Jadi pasti kebijaksanaan yang akan diberikan juga tidak akan bisa diberlakukan sama untuk semua, yang jelas dan pasti pusat perbelanjaan tidak akan menutup mata atas kesulitan dan kondisi berat yang dialami oleh para penyewa," ucapnya.

Alphonzus mengaku bahwa pendapatan semua pusat perbelanjaan dipastikan menurun dan menimbulkan kerugian akibat Covid-19. Hanya saja, APPBI belum mecatat berapa potensi kerugian yang terjadi.

Saat ini, lanjut Aplhon, para pelaku usaha bisnis pusat perbelanjaan rata-rata masih fokus dalam penanganan operasional yang dinilai cukup kompleks.

Hal itu disebabkan karena di satu sisi pelaku pusat belanja harus turut serta membantu pencegahan Covid-19. Di sisi lain, pemilik mal juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Jadi meskipun [mal] tutup tapi khusus untuk toko-toko seperti supermarket, hypermarket, farmasi dan lain yang sejenis tetap buka meski dengan pembatasan jam operasional," jelasnya.

Di sisi lain, dia menyatakan bahwa tak menutup kemungkinan mal lain yang saat ini masih membuka operasionalnya akan turut serta menutup layanannya untuk beberapa hari ke depan.

"Beberapa anggota kami sudah ada yang menutup operasional dan akan menyusul beberapa [pusat perbelanjaan] lagi," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti pusat perbelanjaan Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top