Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Moratorium Proyek, Pelaku Usaha Tunggu Arahan Kementerian PUPR

Pelaku usaha di sektor jasa konstruksi masih menunggu adanya instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) soal rencana moratorium proyek di tengah pandemi Corona.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  11:42 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau, Jumat (21/2 - 2020). Ruas tol Pekanbaru/Dumai ditargetkan rampung pada April 2020. Peningkatan infrastruktur termasuk lewat Trans Sumatra diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan dongkrak daya saing Indonesia. Bisnis/Agne Yasa.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau, Jumat (21/2 - 2020). Ruas tol Pekanbaru/Dumai ditargetkan rampung pada April 2020. Peningkatan infrastruktur termasuk lewat Trans Sumatra diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan dongkrak daya saing Indonesia. Bisnis/Agne Yasa.

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha di sektor konstruksi masih menunggu arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait kemungkinan moratorium proyek karena Covid-19.

Seperti diketahui, Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) telah mengirimkan surat yang ditujukan ke Menteri (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk meminta penghentian sementara proyek infrastruktur di area terdampak Covid-19 selama 15 hari hingga 30 hari.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan mengatakan pihaknya akan mendukung seluruh kebijakan yang diterapkan oleh Menteri PUPR jika memang sudah ada arahan khusus terkait hal tersebut.

"Kebijakan akan moratorium tersebut tentu akan didiskusikan terlebih dahulu jika memang sudah ada arahan dari Kementerian PUPR," katanya kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Adapun, terkait upaya penyebaran Covid-19 dengan mengurangi jumlah pekerja yang diterjunkan setiap harinya di lokasi proyek dinilai cukup efektif oleh Hutama Karya.

"Ya, menurut kami hal tersebut cukup efektif untuk mencegah perluasan virus Covid-19 di lingkungan proyek. Ditambah dengan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

Lebih lanjut, Fauzan menyatakan bahwa protokol kesehatan yang telah dijalankan di lingkungan proyek antara lain adalah penyemprotan disinfektan secara rutin, pengecekan suhu tubuh setiap pagi dan setelah bekerja atau saat berganti shift, penyediaan hand hanitizer, hingga penyediaan vitamin untuk para pekerja.

"Semua hal tersebut juga dimonitor secara harian oleh tim QHSE pada masing-masing proyek plus dimonitor oleh Manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top