Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dihantam Corona, Harga Sewa Perkantoran Kian Tertekan

Penerapan sistem bekerja dari rumah sebagai dampak dari pandemi virus corona diproyeksi akan menekan harga sewa dan okupansi perkantoran.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  19:36 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Imbauan untuk kerja dari rumah di seluruh dunia diprediksi bakal menghambat aktivitas investasi di sektor properti perkantoran. Hal ini akan memperburuk prediksi pada sektor ini sebelumnya untuk 2020.

Berdasarkan laporan JLL, utilisasi perkantoran akan mengalami penurunan karena meningkatnya ajakan untuk bekerja secara remote. Hal ini, untuk jangka pendek, akan berpengaruh pada harga sewa perkantoran. Tak terkecuali terhadap operator ruang kerja bersama atau co-working space.

Co-working space juga tetap berisiko, kalau ada tenant yang akhirnya membatalkan kontrak jangka pendeknya. Kecuali kalau sudah ada yang kontrak jangka panjang [hybrid] mungkin dampaknya tidak akan terlalu besar,” kata Roddy Allan, Chief Research Officer JLL Asia Pacific melalui laporan tertulis, dikutip Bisnis, Jumat (20/3/2020).

Di pasar yang cukup terpengaruh seperti perkantoran, pemilik lahan berpotensi memberikan tawaran harga yang lebih menarik agar propertinya bisa cepat terserap.

“Dengan ketidakpastian yang sedang berlangsung, JLL mengatakan agar pemillik properti cepat membuat kesepakatan, terutama untuk penyewa jangka panjang,” imbuh Allan.

JLL memproyeksikan, dengan aturan kerja dari rumah dan karantina, ke depan akan ada perubahan dalam pengisian properti perkantoran. Sejumlah perusahaan multinasional bahkan sudah banyak yang berencana untuk menyebar karyawannya yang dekat dengan tempat tinggalnya sampai wabah berlalu.

Melihat sisa 2020, JLL mengantisipasi permintaan bekerja dari rumah akan semakin tinggi, hal ini akan membantu pertumbuhan investasi di bidang teknologi. Adapun, kondisi ini juga bisa menjadi ancaman bagi properti perkantoran di masa mendatang, tapi hal itu belum pasti terjadi.

“Hal itu akan meningkatkan lapangan kerja di sektor teknologi, yang nantinya akan menyumbang permintaan ke properti perkantoran juga,” ungkap Allan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top