Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stimulus Jilid III akan Fokus pada Sektor Kesehatan

Stimulus untuk penanganan virus corona akan memperhatikan pengadaan alat perlindungan diri (APD), peningkatan kapasitas rumah sakit dan alat kesehatan, termasuk upgrading rumah sakit.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  15:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini belum dapat memastikan berapa anggaran yang akan dikucurkan dalam stimulus kebijakan jilid III.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan stimulus lanjutan dari pemerintah akan difokuskan untuk menopang sektor kesehatan. "Namun, jumlahnya belum ada. BNPB dan Kemenkes masih menghitung," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita melalui video konferensi, Rabu (18/3/2020).

Kendati belum ada jumlah pasti, dia berjanji anggaran akan dialihkan ke sana untuk menopang kebutuhan kesehatan, a.l. pengadaan alat perlindungan diri (APD), peningkatan kapasitas rumah sakit dan alat kesehatan, termasuk upgrading rumah sakit.

Untuk upgrading rumah sakit, dia menuturkan pemerintah akan melihat perkembangannya. "Jika masih keburu dilakukan," imbuhnya.

Sri Mulyani juga menambahkan pemerintah akan membuat regulasi dalam bentuk Keputusan Presiden untuk mengatur realokasi anggaran, baik anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) serta APBD.Hal ini harus dilakukan karena wabah virus corona merupakan risiko yang tidak dihitung dalam APBN dan APBD.

Kemenkeu sudah mengeluarkan surat edaran. Tapi Sri Mulyani menegaskan landasan hukum yang lebih tinggi akan lebih kuat.

Selain penyederhanaan proses realokasi, Kepres ini juga akan menyederhanakan pengadaan alat-alat kesehatan dan alat medis, termasuk APD, masker, rapid test serta pendidikan informasi soal virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top