Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah, Belum Semua Wilayah Siap Lakukan Skema Belajar di Rumah

Kesiapan jaringan internet yang belum mumpuni di beberapa daerah di Indonesia, membuat skema pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah belum dapat dilakukan secara optimal.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  22:49 WIB
Ilustrasi-Classmiles, aplikasi pembelajaran jauh yang dapat diakses seluruh pelosok wilayah Indonesia yang dibuat Hermawan Eko Nugroho. - AntaraTV
Ilustrasi-Classmiles, aplikasi pembelajaran jauh yang dapat diakses seluruh pelosok wilayah Indonesia yang dibuat Hermawan Eko Nugroho. - AntaraTV

Bisnis.com, JAKARTA—Krisis covid-19 yang terus menambah jumlah penderita positif membuat dunia pendidikan juga memberlakukan belajar dari rumah. Kendati demikian Indonesia rupanya dinilai belum siap dengan metode belajar jarak jauh.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menuturkan belum semua daerah efektif melakukan metode belajar secara daring tersebut. Pasalnya, di beberapa daerah dengan kapasitas terbatas dan jaringan internet yang terbatas, pada siswa dan guru kesulitan melakukan proses pembelajaran.

“Kita harus akui kalau Indonesia itu negara kepulauan yang belum pernah siap melakukan metode pembelajaran jarak jauh. Baru nih keadaan yang mendesak tidak ada pilihan lain ini harus dilakukan. Maka sebetulnya sih pembelajaran ini harus tetap berlangsung,” katanya, Rabu (18/3/2020).

Kendati demikian dia pihaknya mengapresiasi adanya kebijakan belajar di rumah untuk meminimalisasi penyebaran virus Corona. Menurutnya, sejak adanya kebijakan belajar di rumah,  banyak guru-guru yang mengajar melalui aplikasi seperti Google Classroom, Zoom. Selain itu, ada juga yang memakai Ruangguru dan sejenisnya.

Di sisi lain, meskipun ada kebijakan belajar di rumah, namun di sejumlah daerah masih ada yang mewajibkan guru untuk ke sekolah yang menyebabkan mereka rentan terkena virus corona.

“Selama ini walaupun siswa belajar di rumah, tapi gurunya masuk tetap ke sekolah. Ini kan juga rentan. Jadi perlindungan gurunya mana ?”

Pengamat pendidikan Mohammad Abduzen menilai menilai kebijakan pemerintah menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah guna mencegah penyebaran virus corona sudah tepat. Menuruntnya, pertimbangan keselamatan memang perlu diprioritaskan di tengah wabah virus.

Dia mengatakan dalam situasi ini seharusnya pemerintah, sekolah, dan guru seyogyanya memiliki mekanisme sesuai kondisi dan kapasitasnya agar murid tetap dapat belajar dan guru tetap dapat membimbing muridnya melalui pembelajaran jarak jauh.

Menurutnya, sebelum para siswa belajar di rumah, perlu direncanakan dengan pemberian tugas/proyek yang dapat dikerjakan di rumah.

“Tapi sulit memang untuk terjadi pembelajaran yang ideal. Apalagi di daerah yang fasilitas internetnya masih terbatas.”

Adapun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan belum ada pembahasan mengenai perpanjangan masa belajar di rumah, untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga mengatakan Kemendikbud masih akan membahas terkait perpanjangan masa belajar di rumah dengan berbagai pihak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

edukasi pgri jaringan internet Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top