Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Masalah Pendanaan Jadi Penghambat Pengembangan Industri Daur Ulang

Sebuah firma investasi, Circulate Capital menyatakan rencana investasi pada industri daur ulang saat ini baru mencapai US$20 juta.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  19:41 WIB
Masalah Pendanaan Jadi Penghambat Pengembangan Industri Daur Ulang
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Industri daur ulang dan pengelolaan sampah dihadapkan tantangan minimnya pendanaan dalam mengembangkan usaha.

Hal tersebut tercermin dalam nilai rata-rata iuran yang dibayarkan terkait jasa kebersihan per rumah tangga. Sebuah firma investasi, Circulate Capital menyatakan rencana investasi pada industri daur ulang saat ini baru mencapai US$20 juta.

Padahal, Circulate Capital menyebut industri daur ulang lokal perlu menyerap investasi sekitar US$200 juta - US$800 juta untuk membangun infrastruktur industri tersebut seperti fasilitas pemilahan dan lainnya.

CEO Circulate Capital Rob Kaplan menyatakan pihaknya berencana untuk menanamkan dana sekitar US$106 juta pada 20-30 unit industri kecil dan menengah dalam rantai pasok pengelolaan sampah.

Nantinya, Circulate Capital mendapatkan pendanaan dari PepsiCo Inc., Dow Inc., Proctre & Gamble Inc., The Coca-Cola Company, Unilever, Chevron Phillips Chemical Company LLC, dan Danone.

Firma ini juga akan mendanai IKM pengelolaan sampah yang memiliki fokus bisnis di bidang logistik, agregator, manufaktur, dan daur ulang. Namun demikian, Rob berujar pihaknya saat ini cenderung menanamkan uang di IKM daur ulang.

"Kami coba tanamkan US$2 juta-US$10 juta per IKM. [Di Indonesia] ada dua IKM yang hampir selesai investasinya. Kami berharap membawa investor lain [ke Indonesia]," ucapnya.

Rob berujar pihaknya memilih Indonesia sebagai salah satu negara untuk berinvestasi lantaran langkah pemerintah yang mulai serius dalam pengelolaan sampah. 

Menurutnya, pemerintah perlu berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang dapat menelan dana hingga miliaran dolar Amerika Serikat.

"Kami sadar ada jurang [investasi pada manajemen pengelolaan sampah] yang besar  dan kami memiliki strategi. Kami mengatakan [bahwa] kami ingin berkolaborasi [dengna IKM lokal]," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah daur ulang
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top