Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kembangkan Sentra Bawang Putih di Kaki Gunung Rinjani

Masalah yang sedang dihadapi petani bawang putih yakni masih terbatasnya serapan seluruh hasil produksi dari masyarakat di kaki gunung Rinjani tersebut.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  14:25 WIB
Bawang putih tunggal. Unsplash.com - Frank Zhang
Bawang putih tunggal. Unsplash.com - Frank Zhang

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah derasnya arus impor, pemerintah tengah melakukan pengembangan sentra bawang putih, khususnya ada yang ada di kaki Gunung Rinjani. Apalagi, hingga saat ini, Indonesia masih impor bawang putih.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi sebelumnya telah bertemu dengan Wakil Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy membahas pengembangan tersebut. Budi Arie menjelaskan Indonesia masih impor bawang putih kurang lebih 400.000 hingga 500.000 ton per tahun.

Harapannya, dengan pengembangan itu Lombok Timur sebagai sentra utama pengembangan bawang putih nasional semakin maksimal.

"Kita itu masih impor 400 ribu sampai 500 ribu pertahun, kita kalau bisa buat sentra bawang putih di Lombok Timur, ini bisa jadi memenuhi kebutuhan," kata Budi Arie dalam keterangan resminya Selasa (10/3/2020).

Sementara itu, Sukiman Azmy memaparkan masalah yang sedang dihadapi petani bawang putih, selama ini masih membutuhkan offtaker yang menyerap seluruh hasil produksi dari masyarakat di kaki gunung Rinjani tersebut.

Atas permasalahan tersebut, Budi mengatakan masalah offtaker akan segera ditindaklanjuti. "Nanti saya bilang ke Dirut BRI biar diurus, yang penting itu ada kemauan dari masyarakatnya itu sendiri," katanya.

Selain persoalan bawang putih, Wamen Budi juga membahas terkait potensi pariwisata. Pasalnya, di Lombok Timur sangat banyak wilayah yang memiliki potensi wisata khususnya wisata alam dan wisata budaya.

"Mengembangkan sektor pariwisata itu sangat mudah yang paling penting jangan terlalu banyak aturan yang membuat wisatawan itu malas untuk berkunjung.

Sebagai daerah yang dekat dengan Bali seharusnya Lombok Timur dapat memanfaatkan kesempatan tersebut, bagaimana agar wisatawan Bali juga bisa bergeser wilayah Lombok.

Belum lagi ada Mandalika di Lombok Tengah yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Wamen Budi Arie yakin nantinya banyak wisatawan yang akan berkunjung untuk menikmati wisata yang ada di Lombok Timur.

"Catatannya membangun pariwisata itu jangan terlalu banyak aturan, kalau sedikit-sedikit dilarang orang tidak mau datang. Jangan takut akan kehilangan tradisi dan budaya, nyatanya Bali sampai sekarang masih, tradisi atau budaya tidak hilang, orang Bali hebat,"jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih gunung rinjani
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top