Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kontribusi Industri Kreatif Rp1.102 Triliun

Adapun tiga subsektor industri kreatif yang memiliki kontribusi terbesar, yaitu industri kuliner (41,69 persen), industri fesyen (18,15 persen) dan industri kriya (15,70 persen).
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  19:11 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT Julie Sutrisno Laiskodat - Antara
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT Julie Sutrisno Laiskodat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian mengaku fokus mengembangkan pelaku industri kreatif guna berperan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah mencatat ekonomi kreatif telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat kontribusi industri kreatif yang mampu melonjak hingga 19,45 persen dalam tiga tahun terakhir.

Misalnya saja pada 2016, sektor ini menyumbangkan Rp922,59 triliun, dan meningkat menjadi Rp1.102 triliun sepanjang 2018. Adapun tiga subsektor industri kreatif yang memiliki kontribusi terbesar, yaitu industri kuliner (41,69 persen), industri fesyen (18,15 persen) dan industri kriya (15,70 persen).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan salah satu contoh program yang mendorong ekonomi kreatif yakni berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin pada event Banjarmasin Sasirangan Festival 2020 untuk menggelar kegiatan creative talk.

Menurut Gati, dalam diskusi kreatif tersebut, mayoritas dihadiri oleh perajin Sasirangan dari berbagai kalangan, termasuk generasi milenial.

“Kegiatan semacam ini penting untuk mendorong minat pelaku industri kreatif,” katanya melalui siaran pers, Senin (9/3/2020).

Gati mengemukakan pemerintah juga mendatangkan tim Business Venturing and Development Institute (BVDI) Universitas Prasetiya Mulya. Program ini dilaksanakan melalui tupoksi dari satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal IKMA yakni Bali Creative Industry Center (BCIC).

Gati menyampaikan, Founder Tuhlabu Sasirangan merupakan alumni tenant Creative Business Incubator BCIC tahun 2018-2019 dan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Juara I Lomba Desain dan Motif serta Pewarnaan Kain Sasirangan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada 2019.

Gati meyakini, melalui program tersebut, para pelaku industri kreatif pemula bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnisnya agar bisa lebih berdaya saing, baik di kancah domestik maupun global.

Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah menciptakan wirausaha industri baru, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Sebab, jumlah pengusaha muda ekonomi kreatif yang berusia di bawah 30 tahun masih sekitar 10,68 persen dari total pengusaha ekonomi kreatif yang mencapai 8,2 juta orang,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top