Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Infrastruktur Senilai Rp1,31 Triliun di Labuan Bajo Mulai Digarap

Hal pertama yang harus diperbaiki untuk kawasan pariwisata adalah infrastrukturnya. Selanjutnya amenities dan event, dan kemudian dilakukan promosi secara besar-besaran.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  20:40 WIB
Pemandangan di Pulau Padar, salah satu objek wisata unggulan di Labuan Bajo, selain Taman Nasional Komodo - M. Taufikul Basari
Pemandangan di Pulau Padar, salah satu objek wisata unggulan di Labuan Bajo, selain Taman Nasional Komodo - M. Taufikul Basari

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai mengerjakan pembangunan infrastruktur berupa peningkatan jalan, penataan trotoar dan drainase di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo dengan nilai anggaran yang dicairkan pada 2020 sebesar Rp1,31 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa pembangunan infrastruktur PUPR pada lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado Bitung-Likupang selesai pada akhir 2020.

Dukungan infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR untuk lima KSPN pada 2020 adalah sebesar Rp6,39 triliun, yakni untuk KSPN Danau Toba sebesar Rp2,31 triliun, KSPN Borobudur sebesar Rp1,35 triliun, KSPN Mandalika sebesar Rp903,4 miliar, KSPN Labuan Bajo sebesar Rp1,31 triliun dan KSPN Manado Bitung Likupang sebesar Rp520,1 miliar.

Basuki mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Hal pertama yang harus diperbaiki untuk kawasan pariwisata adalah infrastrukturnya. Selanjutnya amenities dan event, dan kemudian dilakukan promosi secara besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan akan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki dalam siaran pers, Minggu (1/3/2020).

Adapun dukungan infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo pada 2020 adalah sebesar Rp1,31 triliun meliputi sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, dan perumahan.

Untuk bidang sumber daya air sebesar Rp67,7 miliar antara lain untuk pembangunan sarpras pengaman pantai Lohbuaya Pulau Rinca.

Kemudian, bidang jalan dan jembatan sebesar Rp420,1 miliar di antaranya untuk peningkatan jalan Kawasan Pariwisata Waecicu sepanjang dan pembangunan jalan akses pelabuhan.

Selanjutnya, bidang permukiman sebesar Rp646,3 miliar untuk penataan Kawasan Pantai Marina - Bukit Pramuka dan penataan Kawasan Puncak Waringin, serta bidang perumahan sebesar Rp174,5 miliar untuk pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 315 unit.

Untuk dukungan konektivitas pada KSPN Labuan Bajo, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Ditjen Bina Marga telah memulainya dengan penandatanganan 5 paket pekerjaan yang meliputi empat paket Peningkatan Jalan dan Penataan Trotoar serta Drainase di KSPN Premium Labuan Bajo di Jalan Soekarno-Hatta Atas sepanjang 9,97 kilometer dengan anggaran Rp55,8 miliar.

Kemudian Jalan Soekarno-Hatta Bawah sepanjang 10,05 kilometer dengan anggaran Rp41,6 miliar, Jalan Simpang Pede sepanjang 20,03 kilometer dengan anggaran sebesar Rp84 miliar, Jalan Yohanes Sahadun sepanjang 20,23 kilometer dengan anggaran Rp46,7 miliar, serta satu paket Peningkatan Jalan Kawasan Pariwisata Waecicu sepanjang 4 kilometer, dengan anggaran Rp21,7 miliar.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Muktar Napitupulu berharap agar semua pihak yang terkait dalam pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo serius mengerjakannya hingga tuntas.

"Paket ini tidak main-main, sehingga semuanya harus disiapkan secara serius dan nanti detail pekerjaan akan kita bahas bersama semua pihak yang terkait," katanya.

Lebih lanjut, imbuhnya, agar rekanan yang memenangkan tender dapat mengerjakan proyek infrastruktur hingga tuntas sesuai spesifikasi, karena wajah infrastruktur jalan di Labuan Bajo ditentukan oleh Jalan Soekarno-Hatta Atas dan Jalan Soekarno-Hatta Bawah.

Adapun penandatangan kontrak dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III David M Samosir dan Direktur Utama PT Floresco Aneka Indah Fransiskus Cristian Sumito, di Labuan Bajo, pada Rabu (26/2/2020). Seluruh pekerjaan diharapkan berakhir 31 Desember 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian pekerjaan umum labuan bajo
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top