Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Siap Bangun Kawasan di Koridor Jalan Tol, Tapi...

Para pengembang menilai perlu adanya campur tangan pemerintah untuk mengembangkan kawasan di koridor jalan tol.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  21:41 WIB
Suasana perumahan di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Suasana perumahan di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang properti siap membangun kawasan hunian di koridor jalan tol sepanjang ada fasilitas penunjang lain yang saling berkaitan.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengakui bahwa pertimbangan pengembang dalam membangun properti adalah adanya infrastruktur yang memadai. 

Seperti diketahui, konstruksi beberapa ruas jalan tol di berbagai daerah telah memasuki tahap penyelesaian pada tahun ini.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebelumnya mencatat kontruksi 24 ruas jalan tol ditargetkan akan selesai pembangunannya hingga pengujung tahun ini.  Dukungan infrastruktur itu diharapkan berdampak pada pengembangan properti.

"Jadi jika pemerintah membangun tol-tol baru untuk memudahkan transportasi, nah di sekitar tol itulah yang menjadi satu harapan baru untuk developer mengembangkan kawasan baru," katanya, Jumat (22/2/2020).

Namun demikian, Alvin mengatakan bahwa kemudahan dalam mencapai lokasi terhadap tempat tinggal juga harus dibarengi dengan fasilitas lain yang tersedia seperti sekolah, pusat perbelanjaan, kesehatan dan lainnya. 

Dia juga melihat bahwa 24 ruas jalan tol yang ditargetkan rampung di pengujung akhir tahun ini rata-rata berada di kota penyangga alias kota satelit.  

"Nah, di kota penyangga ini apakah ada lahan-lahan yang bisa dikembangkan?," tuturnya. 

Alvin mengatakan bahwa AKR Land selaku pengembang selalu mengikuti perkembangan pertumbuhan dalam hal hunian atau komersial. Untuk itu, jika melihat maraknya hunian di kota satelit baik yang berada di koridor jalan tol maupun tidak maka hal itu menjadi suatu kesempatan.

Hanya saja, pihaknya masih harus memperhitungkan dan mempertimbangkan segala hal sebelum memutuskan untuk membangun sebuah kawasan hunian di sebuah tempat.

"Apakah lokasi yang akan dikembangkan itu masih perlu waktu mengenai masalah perizinanannya, atau masalah kerja sama dengan Jasa Marganya, apakah jika jalan tol itu panjang bisa dibuatkan sodetan? Nah, ini jadi pertimbangan," kata dia. 

Di sisi lain, dia tak menampik bahwa akses transportasi yang memudahkan aktivitas masyarakat untuk mencapai huniannya dinilai akan lebih cepat untuk diserap oleh pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti jalan tol
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top