Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vakum Sejak 2014, Pabrik Gula PTPN II Kembali Beroperasi

Pabrik kembali beroperasi setelah 8.500 hektare (ha) lahan tebu kelolaan mulai menghasilkan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  19:44 WIB
Pabrik Gula - Antara
Pabrik Gula - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu pabrik gula yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara II kembali beroperasi setelah sempat vakum sejak 2014 lalu. Operasional kembali pabrik yang berlokasi di Sei Semayang, Deli Serdang, Sumatra Utara ini ditandai dengan giling perdana pada Rabu (26/2/2020).

Direktur Utama PTPN II Iswan Achir menjelaskan bahwa terhentinya operasional pabrik terjadi lantaran pemenuhan bahan baku tebu tak memenuhi target yang dipasang perusahaan. Kendati demikian, hambatan tersebut mulai terurai sejak 8.500 hektare (ha) lahan tebu kelolaan pabrik mulai menghasilkan.

"Sekarang ada 8.500 hektare dengan produksi tebu per hektare-nya sebesar 76 ton," kata Iswan dalam keterangan resmi, Kamis (27/2/2020).

Pabrik Gula Sei Semayang sendiri memiliki kapasita giling sebesar 4.000 ton per hari. Iswan mengemukakan perusahaan menargetkan dapat mengembangkan area tanam tebu seluas 11.000 ha demi mendukung kontinuitas operasi pabrik.

Kendati demikian, dia menyatakan masih terdapat sejumlah kendala dalam mewujudkan target luas tanam tersebut. Dia menyatakan masih banyak area yang dikelola oleh masyarakat umum.

"Kami butuh dukungan untuk realisasi area tanam ini demi operasional giling tebu yang dikelola dengan baik," tambahnya.

Adapun untuk giling tahap awal, PTPN II bakal mengelola 3.500 ton tebu dalam sehari. Produksi gula dari jumlah tersebut diperkirakan mencapai 245 ton..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik gula ptpn ii
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top