Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin: Kebijakan AS Berpotensi Tekan Daya Saing Produk Ekspor RI

Para pelaku usaha meminta pemerintah melakukan lobi-lobi ke AS, agar fasilitas sebagai negara berkembang yang diperoleh Indonesia dapat dipertahankan, terutama dalam hal ekspor.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  16:14 WIB
Kadin: Kebijakan AS Berpotensi Tekan Daya Saing Produk Ekspor RI
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA–Dicoretnya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh AS berpotensi menekan daya saing produk ekspor Indonesia.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan ketika Indonesia  dikategorikan sebagai negara berkembang, maka Tanah Air dapat menikmati sejumlah insentif dan relaksasi dalam melakukan ekspor baranya ke AS.

"Relaksasi yang kita terima kemungkinan besar itu bisa dihilangkan," kata Rosan, Senin (24/2/2020).

Rosan berharap pemerintah dapat melobi AS agar relaksasi yang dinikmati oleh Indonesia selama ini bisa tetap dipertahankan.

Meski demikian, Rosan mengatakan bahwa pihaknya selaku pengusaha telah mengantisipasi perubahan status tersebut.

"Ini membuat kami semua waspada bahwa tidak bisa hanya mengharapkan pada suatu kebijakan yang bisa berubah setiap saat," kata Rosan.

Rosan mencontohkan ketika Eropa memutuskan untuk tidak membeli produk sawit dari Indonesia, dunia usaha pun mengupayakan untuk mencari pasar baru dalam rangka menampung sawit tersebut.

"Misal di Turki, saya dengar tadinya Turki beli sawit US$360 juta, dua tahun kemudian menjadi US$5 juta," kata Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan amerika serikat negara berkembang
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top