Ini Empat Jurus Jitu TPIP Jaga Inflasi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan inflasi yang rendah dan stabil diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan menuju Indonesia maju.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  13:44 WIB
Ini Empat Jurus Jitu TPIP Jaga Inflasi
Ilustrasi: Pekerja memilah telur ayam, di Jakarta, Selasa (17/3/2015). - Antara/M Agung Rajasa


Bisnis.com, JAKARTA-Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), pemerintah dan Bank Indonesia (BI), menyepakati empat langkah strategis guna menjaga laju inflasi pada sasaran target 2 persen sampai 4 persen tahun ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan inflasi yang rendah dan stabil diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan menuju Indonesia maju.

Dalam rapat TPIP, Kamis (13/2/2020), pemerintah dan BI menyepakati empat hal langkah strategis.

Pertama, TPIP akan menjaga inflasi volatile food dalam kisaran 4,0±1% dengan memperkuat empat pilar strategi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K), sejalan dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2019-2021.

"Implementasi strategi difokuskan untuk menurunkan disparitas harga antar waktu dan antar wilayah," ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah dan berbagai pihak akan menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Upaya lain yang akan dilakukan adalah penguatan kelembagaan pertanian, disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital.

Kedua, TPIP sepakat untuk meningkatkan efektivitas program-program perlindungan sosial dan penyaluran subsidi tepat sasaran dalam rangka menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. Ketiga, TPIP akan Memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat.

Keempat, TPIP berkomitmen untuk memperkuat koordinasi pemerintah Pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada Juni 2020 dengan tema “Stabilitas Harga Menuju Indonesia Maju: Sinergi Meningkatkan Ketersediaan Pangan melalui Korporatisasi dan Digitalisasi UMKM”.

Hadir dalam rapat ini antara lain Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Gatot Eddy Pramono.

Selain menteri, rapat juga dihadiri oleh para pejabat serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Sekretaris Kabinet, Badan Pusat Statistik, dan Perum Bulog.

Sinergi kebijakan yang telah ditempuh pemerintah dan BI tahun lalu terbukti dapat menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2019 tetap rendah terkendali pada level 2,72% (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1%.

“Pencapaian ini merupakan (yang) terendah selama dua dekade terakhir, dan [sekaligus] melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir,” ujar Airlangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top