Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air Mata JB Sumarlin di Depan Soeharto

JB. Sumarlin awalnya adalah pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Pittsburg pada 1968, masuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  18:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — “Doktor Johannes Baptista Sumarlin, saya minta Anda membantu saya di bidang penertiban administrasi pemerintahan dalam jabatan sebagai Men-PAN. Di samping itu, saya juga meminta agar Saudara menjabat sebagai Wakil Ketua Bappenas.”

Kalimat dari Presiden Soeharto kala menunjuk ekonom yang lebih dikenal dengan nama JB. Sumarlin untuk bergabung di Kabinet Pembangunan II pada 1973.

Sumarlin menerima pinangan itu sambil menangis, seperti dicuplik dari buku J.B. Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir di Sawah (2012).

Sumarlin awalnya adalah pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Pittsburg pada 1968, dia masuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menjabat Deputi Ketua Bidang Fiskal dan Moneter.

Penunjukan dirinya duduk di kabinet berawal dari telepon Sekretaris Negara Sudharmono pada 25 Maret 1973. Sumarlin dipanggil untuk menghadap Soeharto di Istana Negara pada keesokan harinya.

Setibanya di Istana Negara, dia mendapati banyak orang menerima undangan serupa.

Soeharto kemudian menatap semua mata hadirin untuk meminta kesediaan mereka duduk sebagai menteri dalam Kabinet Pembangunan II. Sumarlin mengaku terkejut dengan permintaan itu.

Mendengar permintaan dari Kepala Negara, air mata Sumarlin menetes. Pipinya basah ketika diminta kesediaannya oleh Presiden Soeharto.

 “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, Bapak Presiden. Dan saya akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ucap pria kelahiran 7 Desember 1932 ini kepada Soeharto.

Dirinya mengaku tidak memiliki firasat apa-apa atas keputusan Presiden Soeharto memilihnya sebagai menteri. Jabatan Menteri Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara diemban selama dua periode atau hingga 1983.

Kebersamaan Sumarlin dengan Soeharto berlanjut hingga 20 tahun. Pada 1983—1988, dia menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas dilanjutkan dengan posisi sebagai Menteri Keuangan pada 1988—1993.

Hari ini, kabar duka datang dari keluarga J.B.  Sumarlin. Menteri Keuangan yang dikenal dengan kebijakan Paket Oktober 1988 itu berpulang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkeu meninggal dunia soeharto jb sumarlin
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top