Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

YLKI: Kenaikan Tak Wajar Harga Masker Harus Diusut

Melambungnya harga masker mengindikasikan adanya tindakan mengambil keuntungan berlebihan (excessive margin) oleh pengusaha atau distributor tertentu. 
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  13:51 WIB
Pedagang melayani calon pembeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. -  ANTARA / Galih Pradipta
Pedagang melayani calon pembeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. - ANTARA / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia  (YLKI) angkat bicara tentang melambungnya harga masker di pasaran sebagai buntut merebaknya wabah virus corona.

YLKI mengaku banyak menerima pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat terkait kondisi itu. Apalagi,  harga masker di pasaran meningkat hingga ratusan persen dengan stok yang terbatas.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan hal ini merupakan sebuah tindakan yang tidak bermoral dan bentuk eksploitatif terhadap hak-hak konsumen karena mengambil untung secara berlebihan.

YLKI meminta Komisi Pengawas Perdagangan Usaha (KPPU) untuk mengusut kasus tersebut karena mengindikasikan adanya tindakan mengambil keuntungan berlebihan (excessive margin) yang dilakukan oleh pelaku usaha atau distributor tertentu. 

"Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan excessive margin oleh pelaku usaha adalah hal yang dilarang," kata Tulus kepada Bisnis, Kamis (6/2/2020). 

Tulus mengatakan YLKI juga meminta pihak kepolisian mengusut adanya dugaan penimbunan masker oleh distributor tertentu demi mengeduk keuntungan yang tidak wajar tersebut.

Menurutnya, penimbunan tersebut akan mengacaukan distribusi masker dipasaran dan pada akhirnya harga produk tersebut akan melambung tinggi.

"Konsumen dalam mengonsumsi barang atau jasa, termasuk masker, berhak atas harga yang wajar. YLKI meminta konsumen untuk membeli masker secara wajar, jangan berlebihan, tak perlu melakukan panic buying."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri masker wajah virus corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top