Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Virus Corona, Indonesia Jangan Ketergantungan dengan China

China tak hanya menyumbang hubungan dagang yang besar dengan Indonesia, tapi juga kunjungan wisatawan yang signifikan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  10:56 WIB
Pedagang menata jeruk impor yang dijual di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (27/1/2020). Kementerian Pertanian akan memperketat pintu masuk impor beberapa jenis makanan termasuk buah-buahan dari daerah atau negara tertentu yang kemungkinan terkontaminasi virus corona sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pedagang menata jeruk impor yang dijual di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (27/1/2020). Kementerian Pertanian akan memperketat pintu masuk impor beberapa jenis makanan termasuk buah-buahan dari daerah atau negara tertentu yang kemungkinan terkontaminasi virus corona sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Cepatnya penyebaran virus corona ke berbagai belahan dunia dikhawatirkan akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memprediksi ekonomi China akan mengalami perlambatan seiring belum ditemukannya antivirus corona. Menurutnya, ekonomi Indonesia akan terdampak, baik secara langsung atau tidak langsung.

"Perlambatan ekonomi China berdampak ke kita akan besar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Apalagi, hubungan dagang kita dengan China dekat sekali. Penurunan ekonomi China 0,1 persen akan langsung terasa pada pertumbuhan Indonesia," katanya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (4/2/2020).

Faisal menuturkan saat ini, China menjadi tujuan ekspor dan impor terbesar Indonesia. Bukan itu saja, pemerintah juga mendapat cuan dari masuknya jutaan wisatawan asal Negeri Panda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kedatangan turis China ke Indonesia sepanjang 2019, menduduki peringkat kedua dengan total 2 juta kunjungan wisatawan. Destinasi alam seperti Bali dan Manado menjadi tujuan wisata favorit turis China.

Mengacu pada hal itu, Faisal mengingatkan pemerintah untuk menerapkan diversifikasi negara tujuan ekspor-impor serta wisatawan mancanegara (wisman). Menurutnya, China memang menawarkan harga dan jumlah yang sangat kompetitif dibandingkan negara lain.

"Pemerintah jangan ketergantungan dengan China. Harus ada diversifikasi sehingga ketika terjadi sesuatu ada back up dari [negara] lain," tegasnya.

Terkait pengembangan pariwisata, pemerintah diharapkan bisa melakukan penetrasi atau promosi ke negara-negara lain, misalnya wisman asal Timur Tengah. Salah satu caranya dengan menerapkan paket-paket wisata halal dan yang mengandalkan bentang alam.

Selain itu, lembaga-lembaga pemerintahan disarankan untuk berkoordinasi memperkuat perekonomian dalam negeri sampai kondisi global stabil kembali.

"Jadikan saat-saat penuh ketidakpastian sebagai momentum untuk hilirisasi. Pemerintah juga harus terapkan linkage dalam negeri, industri hulu dan hilir harus diperkuat," jelas Faisal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi virus corona
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top