Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

16,1 Juta Wisman Pelesir ke Indonesia Sepanjang 2019, Turis Malaysia dan China Mendominasi 

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan 1,88 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2018.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  15:12 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16,1 juta kunjungan sepanjang 2019, naik 1,88 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang sebanyak 15,8 juta kunjungan.
 
"Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sebanyak 16,1 juta kunjungan pada tahun lalu. Memang naik tipis dibandingkan 2018, tetapi masih bisa ditingkatkan," papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (3/2/2020). 
 
Berdasarkan data BPS, sebanyak 9,83 juta kunjungan wisatawan datang ke Indonesia melalui pintu masuk udara (bandara), pintu masuk laut 4,16 juta kunjungan, dan pintu masuk darat 2,11 juta kunjungan. 
 
Sementara itu, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) berdasarkan kebangsaan, yaitu Malaysia (2,98 juta kunjungan), China (2,07 juta kunjungan), Singapura (1,93 juta kunjungan), Australia (1,38 juta kunjungan), dan Timor Leste (1,17 juta kunjungan). 
 
Dia menambahkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Desember 2019, mencapai 1,38 juta kunjungan. Realisasi tersebut mengalami penurunan 2,03 persen secara tahunan dibandingkan Desember 2018. 
 
"Kedatangan wisman pada Desember 2019 meningkat jika dibandingkan dengan November 2019 (month-to-month/mtm), yaitu 1,28 juta kunjungan. Peningkatan ini wajar karena Desember itu libur akhir tahun. Peningkatan wisman terbanyak di pintu masuk udara, yaitu bandara Ngurah Rai dan Kuala Namu," imbuh Suhariyanto. 
 
Lebih lanjut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39 persen atau turun 0,36 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). 
 
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2019 tercatat 1,76 hari. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bps
Editor : Annisa Margrit
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top