Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Jepang Desember 2019 Turun Lampaui Perkiraan

Ekspor Jepang mencatat penurunan lebih tajam dari perkiraan, kendati manufaktur global menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  09:13 WIB
Seorang pekerja berjalan di areal pabrik yang berada di zona industri Keihin, Kawasaki, Jepang (8/3/2017). - .Reuters/Toru Hanai
Seorang pekerja berjalan di areal pabrik yang berada di zona industri Keihin, Kawasaki, Jepang (8/3/2017). - .Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor Jepang mencatat penurunan lebih tajam dari perkiraan, kendati manufaktur global menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Menurut Data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Kamis (23/1/2020), nilai ekspor turun 6,3 persen pada Desember 2019 dari tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memperpanjang penurunan untuk bulan ke-13 beruntun, rangkaian penurunan terpanjang sejak 2016, sekaligus lebih dalam daripada perkiraan ekonom untuk penurunan sebesar 4,3 persen.

Impor Jepang juga turun 4,9 persen pada Desember, lebih besar dari estimasi media ekonom untuk penurunan 3,2 persen. Dengan hasil ini, neraca perdagangan tercatat defisit 152,5 miliar yen.

Penurunan ekspor menambah tantangan yang dihadapi ekonomi Jepang, Ekonomi Negeri Sakura diproyeksikan untuk menyusut 3,7 persen pada kuartal IV/2019 akibat dampak faktor-faktor domestik, termasuk kerusakan topan dan kenaikan pajak penjualan, terhadap pertumbuhan.

Kesepakatan dagang fase satu yang ditandatangani pada 15 Januari oleh pemerintah Amerika Serikat dan China, pasar ekspor terbesar Jepang, diharapkan dapat mencerahkan prospek pengiriman pada 2020, meskipun ketegangan dapat meningkat kembali.

Ekspor Jepang ke AS dilaporkan merosot 14,9 persen, sementara ekspor ke China naik hanya 0,8 persen pada Desember.

Ekspektasi positif lain untuk prospek perdagangan Jepang adalah laporan baru-baru ini dari Korea Selatan yang menunjukkan bahwa kondisi terburuk bagi teknologi global mungkin sudah berakhir.

Laporan laba raksasa industri Samsung Electronics berhasil mengalahkan estimasi karena harga chip yang lebih baik dan ekspor semikonduktor Negeri Ginseng menuju kenaikan bulanan pertama sejak 2018.

Dalam jangka pendek, beban ekspor Jepang untuk mendukung pertumbuhan kini juga berkurang sejak pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe bulan lalu meluncurkan langkah-langkah stimulus ekonomi senilai US$120 miliar.

Paket stimulus itu adalah alasan besar bagi Bank of Japan (BOJ) pekan ini menaikkan perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiskal mendatang, terlepas dari risiko luar negeri yang masih perlu dipantau cermat.

“Ke depannya, tanda-tanda stabilisasi dalam ekonomi China menunjukkan sedikit kelegaan untuk ekspor Jepang, meskipun prospeknya masih lemah. Net ekspor - yang masuk dalam perhitungan pertumbuhan PDB - dapat menyeret pertumbuhan pada kuartal I, yang mencerminkan kenaikan impor,” ujar Yuki Masujima, ekonom Bloomberg.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi jepang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top