Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wacana Pembangkit Nuklir di Indonesia, PLN : Kami Masih Monitor

PT PLN (Persero) mengatakan hingga saat ini belum mengambil keputusan terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  16:13 WIB
Wacana Pembangkit Nuklir di Indonesia, PLN : Kami Masih Monitor
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) mengatakan hingga saat ini belum mengambil keputusan terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan potensi pengembangan PLTN masih terbuka. Hanya saja, PLN masih perlu melakukan sejumlah kajian.

Pasalnya, kecelakaan energi yang dialami PLTN Fukushima di Jepang maupun PLTN Chernobyl di Ukraina menjadi contoh perlu adanya kehati-hatian dalam pengembangan pembangkit nuklir. Meskipun demikian, dia mengakui saat ini pengembangan teknologi untuk PLTN sudah semakin canggih.

"Tenaga nuklir sedang ada pengembangan. Chernobyl ada kecelakaan dan sedang diperbaiki. Do and don't, sedang memetakan. Kami tidak mengajukan any decision today maupun promises. Kami monitor," katanya, Kamis (23/1/2020).

Sebelumnya, pada pertengahan tahun lalu, Thorcon International Pte, Ltd. mengumumkan rencana pengembangan PLTN berbasis thorium dengan nilai investasi sebesar US$12 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

Rencananya PLTN tersebut memiliki kapasitas 500 MW yang dapat dioperasikan sebagai base load (beban dasar) maupun load follow (mengikuti beban). PLTN tersebut dibangun dengan menggunakan metode desain struktur kapal dengan panjang 174 meter dan lebar 66 meter yang setara dengan tanker kelas Panamax.

Pembangkit rencananya akan dibangun oleh Daewoo Shipyard & Marine Engineering (DSME) di Korea Selatan yang merupakan galangan kapal terbesar di dunia. DSME menyatakan sanggup membangun pembangkit tersebut dalam waktu 3 tahun. 

Sementara itu, reaktor pembangkit akan dipasok oleh Doosan, produsen alat berat asal Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN nuklir pltn
Editor : Lucky Leonard
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top