Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Dirut PT Inti Irfan Setiaputra Calon Kuat Dirut Garuda

Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT Inti, Irfan Setiaputra, dikabarkan menjadi calon kuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  13:46 WIB
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT Inti, Irfan Setiaputra, dikabarkan menjadi calon kuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Sumber di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan Irfan akan menggantikan Ari Askhara, bos Garuda terdahulu yang tersandung kasus kargo gelap.

"Irfan Setiaputra (calon Dirut Garuda), mantan Dirut PT Inti," ujar sumber pada Senin (13/1/2020).

Pria kelahiran Jakarta 24 Oktober 1964 ini menjabat sebagai sebagai bos PT Inti pada Maret 2009. Ia bekerja di posisi tersebut selama 3 tahun 5 bulan sebelum akhirnya mengundurkan diri. Surat pengunduran diri Irfan secara resmi disampaikan pada 2012.

Irfan kemudian hijrah ke PT Titan Mining Indonesia sebagai CEO. Tak berselang lama, ia didapuk menjadi COO perusahaan energi terintegrasi, PT ABM Investama Tbk.

Teranyar, Irfan bergelut di perusahaan jaringan Internet of Things (IoT) bernama Sigfox Indonesia. Perusahaan itu memiliki induk di Prancis.

Ihwal pencalonannya sebagai Dirut Garuda, Tempo telah mengonfirmasi kabar itu kepada Irfan melalui pesan media sosialnya. Namun hingga berita ini diunggah, pesan tersebut belum direspons.

Juru Bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga, tidak membenarkan atau menyanggah. Ia hanya menyatakan belum dapat memberikan konfirmasi.

 "Enggak bisa dikonfirmasi kalau belum (RUPS/rapat umum pemegang saham)," ujar Arya.

Adapun Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman, menyebut belum memperoleh informasi langsung dari Kementerian BUMN.

 "Saya belum mendapat konfirmasi," ucapnya dalam pesan pendek.

Kabar dicalonkannya Irfan juga belum diterima oleh Kementerian Perhubungan.

 "Belum ada nama yg masuk ke perhubungan secara resmi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti.

Ssebelumnya, ada tiga nama yang beredar di kalangan perseroan, yang diduga menjadi calon kuat Direktur Utama Garuda Indonesia. Nama-nama tersebut adalah mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan; Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi; dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Belakangan, muncul satu nama lainnya di lingkungan Kementerian BUMN selain tiga nama itu. Satu nama baru tersebut adalah Direktur Komersial Angkasa Pura I Daan Achmad.

Baik Faik, Daan, maupun Juliandra enggan mengomentari pencalonannya. Sedangkan Jonan belum angkat suara. Sementara itu, nama Irfan sebelumnya tidak pernah muncul dikabarkan sebagai calon Dirut Garuda Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia bumn

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top