Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warganet Heboh, Tarif Tol Cijago Naik 100 Persen

Ruas jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) mengalami perubahan tarif mulai 7 Januari 2020 dengan kenaikan mencapai 100 persen. Warganet heboh dengan kenaikan tarif tersebut dua kali lipat untuk kendaraan golongan I dari Rp4.500 menjadi Rp9.000 tersebut. 
JIBI
JIBI - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  11:45 WIB
Kenaikan tarif ruas tol Cinere/JagorawiTolCijagoDepok
Kenaikan tarif ruas tol Cinere/JagorawiTolCijagoDepok

Bisnis.com, JAKARTA - Ruas jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) mengalami perubahan tarif mulai 7 Januari 2020 dengan kenaikan mencapai 100 persen. Warganet heboh dengan kenaikan tarif tersebut dua kali lipat untuk kendaraan golongan I dari Rp4.500 menjadi Rp9.000 tersebut. 

Ditengok dari akun twitter @TolCijagoDepok disebutkan bahwa sistem transaksi terbuka dengan tarif merata diberlakukan mulai 7 Januari 2020 pukul 00.00 WIB.

Adapun tarif tol rute Cinere-Jagorawi Seksi I dan Seksi II (Simpang Susun Cimanggis-Simpang Susun Raya Bogor-Simpang Susun Kukusan) untuk golongan I Rp9.000, golongan II Rp13.500, golongan III Rp13.500, golongan IV Rp17.500 dan golongan V Rp17.500.

Direktur Utama PT. Translingkar Kita Jaya (TLKJ), Hilman Muchsin mengatakan bahwa ruas Tol Cijago mengalami pemberlakuan tarif merata.

“Jadi jauh dekat merata sesuai dengan golongan kendaraannya,” kata Hilman dikonfirmasi Tempo, Kamis (9/1/2020).

Hilman membantah tarif Tol Cijago mengalami kenaikan tarif dua tahunan yang diatur oleh pemerintah. Kenaikan tarif, menurutnya, karena penyesuaian untuk seksi IIyang sudah operasional.

“Bukan kenaikan tarif [dua tahunan], tapi penyesuaian tarif karena sekarang seksi II sudah beroperasi,” kata Hilman.

Hilman mengatakan, sebelumnya tarif tol Cijago sebesar Rp4.500 karena sebelumnya panjang Tol Cijago hanya 3,7 km atau baru seksi I yang beroperasi.

“Sekarang kan nambah seksi II, sepanjang 5,5 km jadi total panjang tol cijago saat ini 9,2 km,” kata Hilman.

Akibat penambahan panjang tol 5,5 km, kata Hilman, maka dari segi investasi juga terjadi peningkatan investasi, “Apalagi penyelesaian seksi II cukup lama sekitar 9 tahun sehingga terjadi kenaikan harga tanah yang cukup tinggi,” kata Hilman.

Diketahui, semenjak Tol Cijago seksi I Jagorawi-Cimanggis sepanjang 3,7 Km resmi beroperasi sejak Jumat 27 Januari 2012, tol ini memang sudah mengalami beberapa kenaikan tarif.

Kenaikan pertama terjadi pada Jumat, 8 Maret 2014. Kendaraan golongan satu naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000. Kenaikan kedua terjadi Minggu 14 Maret 2016 pukul 00.00 WIB, golongan I naik jadi Rp 4.500. Kenaikan berikutnya harusnya memang terjadi pada Maret 2018 tapi belum terjadi.

Sementara untuk seksi II, yang membentang dari Cimanggis hingga Kukusan atau sepanjang 5,5 km, sudah mulai diujicobakan secara gratis sejak 28 September 2019.

Rencananya, setelah ujicoba, seksi II tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2019 sebagai tanda pengoperasian tol secara normal.

Namun, dengan diberlakukannya tarif tol Rp 9.000 ini, secara otomatis Tol Cijago seksi II sudah beroperasi normal.

“Nggak perlu diresmikan, kan bukan tol baru,” kata Hilman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi tarif tol cijago

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top