Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Garuda Hindari Wilayah Udara “Panas” di Negara Konflik

Kondisi wilayah udara Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman perlu untuk diwaspadai mengingat peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  13:36 WIB
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan memastikan maskapai nasional sudah mengalihkan rute penerbangannya dari wilayah udara beberapa negara Timur Tengah yang berisiko konflik.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan bahwa satu-satunya maskapai nasional hanya Garuda Indonesia yang terbang ke Eropa dan melewati ruang udara tersebut.

“Kemarin [rute] Amsterdam sudah dilakukan re-route. Setelah itu sudah tidak ada yang melewati ruang udara kawasan konflik," kata Polana, Kamis (9/1/2020).

Dia menjelaskan bahwa kondisi wilayah udara Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman perlu untuk diwaspadai mengingat peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut. Saat ini, pesawat yang akan melewati daerah tersebut telah di-re-route untuk menjauhi area konflik, termasuk pesawat yang akan terbang menuju dan dari Arab Saudi.

Akan tetapi, penerbangan haji ataupun umrah dari Indonesia bisa langsung menuju Arab Saudi tanpa melewati ruang udara rawan konflik. Penerbangan yang melewati wilayah tersebut adalah yang berasal dari Eropa, tetapi tetap bisa dialihkan.

Pihaknya menerbitkan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. AU.008/1/2/DRJU.DAU/2020 pada 8 Januari 2020 perihal Peringatan Overflying, mengingatkan kepada badan usaha angkutan udara (BUAU) untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan apabila melintas dan berencana melintasi wilayah udara di Timur Tengah seperti Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman.

Polana mengimbau agar seluruh maskapai nasional meningkatkan kewaspadaan apabila melintasi dan berencana melintasi wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah. Regulator akan akan selalu memantau dan mengawasi seluruh maskapai nasional yang melakukan penerbangan internasional.

Sementara itu, Garuda Indonesia memastikan jalur udara untuk rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pascaketegangan yang tengah terjadi di kawasan tersebut.

Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea mengatakan bahwa maskapai menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bukarest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani.

"Dengan demikian seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa," kata Tumpal.

Garuda, katanya, akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek keamanan dan keselamatan layanan operasional perseroan tetap terjaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia konflik faa
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top