Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kopi dan Vanili Bisa Jadi Andalan Ekspor

Ada tujuh komoditas perkebunan yang saat ini belum optimal, namun potensial untuk diekspor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  22:24 WIB
Petani merawat tanaman vanili di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Petani merawat tanaman vanili di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menargetkan pertumbuhan ekspor untuk sejumlah komoditas perkebunan seperti kopi, kelapa, lada, pala dan vanili hingga tiga kali lipat sampai lima tahun ke depan.

Dalam Rapat Koordinasi Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat (Gratieks) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (8/1/2020), Mentan Syahrul mendorong agar para produsen dari hulu dan eksportir juga dapat memacu produksi komoditas perkebunannya hingga tiga kali lipat.

"Harus dibantu oleh stakeholder lainnya, eksportir, pengusaha hingga di level paling bawah untuk mengembangkan. Tiga kali lipat ini dalam lima tahun, karena perkebunan paling tidak tanam dua sampai tiga tahun baru bisa tumbuh," kata Syahrul.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono menyebutkan bahwa ada tujuh komoditas perkebunan yang saat ini belum optimal, namun potensial untuk diekspor.

Ketujuh komoditas tersebut, yakni kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Peningkatan produktivitas dan volume ekspor pada tujuh komoditas tersebut akan dilakukan melalui program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida).

Sementara itu, Kementan juga akan menggenjot produksi pada komoditas perkebunan lainnya di luar Program Grasida, yakni teh, cengkeh, karet, kelapa sawit, kayu manis dan nilam. Hingga 2024, Kementan menargetkan nilai ekspor komoditas perkebunan mencapai Rp1.000 triliun dari saat ini yang masih berkisar Rp300 triliun.

"Kami sudah punya target sampai lima tahun ke depan sampai 2024. Pertumbuhannya harus lebih dari tiga kali lipat, minimal 300 persen. Utamanya di kopi bisa 400 persen karena potensinya besar, kelapa juga demikian," kata Kasdi.

Kasdi menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, setidaknya produksi tiga komoditas harus naik 35 persen hingga 2024 atau rata-rata sekitar 7 persen per tahun.

Melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perkebunan dan didukung oleh stimulus program Kostra Tani di level kecamatan, Kementan optimistis target tersebut dapat tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian perkebunan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top