Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BPH Migas Bersama Anggota Komisi VII DPRI Meninjau Fuel Terminal (FT) Pematang Siantar dan SPBU di Simalungun dalam Rangka Monitoring BBM Menghadapi Nataru 2020

Kunjungan ini dalam rangka monitoring penyediaan dan pendistribusian BBM menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 05 Januari 2020  |  15:45 WIB

Bisnis.com, PEMATANG SIANTAR -- Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa bersama Anggota Komisi VII DPR RI M Nasir di dampingi oleh SPV Pertamina Jumali dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Litigasi dan Keamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) Yurod Saleh, serta Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S melakukan kunjungan ke Fuel Terminal (Terminal BBM) Pematang Siantar, Sumatera Utara, Sabtu (04/01/20).

Kunjungan ini dalam rangka monitoring penyediaan dan pendistribusian BBM menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Salah satu keunikan TBBM Siantar dibanding TBBM lainnya adalah fasilitas penerimaan pasokan BBM yang menggunakan Rail Tank Wagon (RTW) PT. KAI dari Terminal BBM Medan Group.

Terminal BBM ini bertugas sebagai penerima, penimbun dan penyalur BBM ke SPBU yang tersebar di empat Kabupaten yaitu Kodya Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Samosir, dan Asahan.

FT (d/h TBBM) Pematang Siantar menimbun BBM jenis Pertalite dan Biosolar/B30 dengan total Penerimaan setiap hari maksimal 18 KKW/gerbong RTW (Pertalite & Biosolar), dengan 1 RTW setara 34 KL BBM.

Adapun stok BBM di TBBM Pematang Siantar pada tanggal 04 Jan 2020:

#1. Pertalite, Pump Stock: 767 kL, Covered Day (CD) 2,1 hari. Dengan floating stock (RTW/4 jam dari TBBM Medan Group) sebanyak 408 kL (12 gerbong RTW, @34 kL), sehingga CD total menjadi 3,2 hari.

#2. B30, Pump Stock 516 kL, CD 3,1 hari.

Dalam rangka perbaikan (improvement) pengiriman BBM menggunakan moda RTW, Kepala BPH Migas mengusulkan agar PT. Pertamina (Persero) dan PT. KAI memasang GPS pada RTW untuk memudahkan pengontrolan/pengawasan BBM dan mengingat RTW mengangkut BBM yg memiliki nilai ekonomi tinggi, diusulkan agar ada personil keamanan organik yang ikut mengawal perjalanan RTW tersebut.

Masih dalam rangkaian kunjungan lapangan dalam rangka memastikan ketersediaan dan pendistribusian BBM selama Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, setelah mengunjungi Fuel Terminal Siantar hari ini Sabtu (4/1/20) Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa bersama Anggota Komisi VII DPR RI M Nasir di dampingi oleh SPV Pertamina Jumali dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Litigasi dan Keamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) Yurod Saleh, serta Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S, melakukan inspeksi ke SPBU 14.211.208, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang merupakan salah satu SPBU yang berada pada jalur lintas Siantar - Simalungun.

Dalam kesempatan ini Kepala BPH Migas dan Tim diterima oleh pemilik SPBU Rajamin Sirait.

Rajamin menyampaikan sejauh ini tidak ada kendala baik untuk penyediaan dan pendistribusian BBM kepada masyarakat yang mengisi pada SPBU miliknya, namun pada kesempatan kunjungan tersebut Anggota Komisi VII M Nasir mengusulkan agar diberikan kembali alokasi BBM jenis Premium dan ditambahkan alokasi JBT jenis Solar karena selama ini hanya mendapatkan kurang lebih 4 KL per hari.

Kepala BPH menyampaikan kepada pemilik SPBU agar menjaga ketersediaan stok BBM terutama selama Nataru. Berdasarkan pengecekan data laporan harian penyaluran BBM, tidak terjadi peningkatan penyaluran baik Gasoil maupun Gasoline serta kondisi ketahanan stok BBM masih terbilang aman.

Selanjutnya Tim BPH Migas melakukan pengecekan data sarfras, stok dan pendistribusian BBM SPBU dengan hasil
sebagai berikut:

Data Sarfras SPBU
(Noozle/Dispenser/tangki/kapasitas)
Pertalite : 4/2/1/16 KL
Solar : 2/1/1/32 KL
Dexlite : 2/1/1/40 KL

SPBU yang berada di jalan Lintas Siantar - Simalungun ini beroperasi dari pukul 07.30 hingga 22.00 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bph migas
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top