Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Milik Tommy Soeharto Luncurkan Ritel Format Kecil

Selain konsep format kecil, GORO juga menerapkan tiga konsep lainnya, yakni distribusi, kemitraan, dan warung.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  07:23 WIB
Hutomo Mandala Putra (keempat kiri) bersama jajarannya seusai melakukan Grand Opening Goro Super Grosir di Cibubur, Jakarta, Minggu (7/4/2019). - Bisnis - Istimewa
Hutomo Mandala Putra (keempat kiri) bersama jajarannya seusai melakukan Grand Opening Goro Super Grosir di Cibubur, Jakarta, Minggu (7/4/2019). - Bisnis - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti ritel di seluruh Indonesia sedang waswas lantaran harus menyesuaikan diri, salah satunya dengan perubahan gaya hidup konsumen dari luar jaringan ke dalam jaringan. Hal ini membuat pengembang harus muncul dengan konsep yang beda.

Ketika melihat kondisi tersebut, PT Berkarya Makmur Sejahtera kembali meluncurkan produk properti ritel berkonsep formal kecil (small format) di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Konsep itu disebut berbeda dengan ritel lainnya lantaran ada penggabungan antara luring (offline) dan daring (online).

Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini mengatakan bahwa dengan konsep format kecil dan memiliki konsep gabungan luring dan daring membuat pertumbuhan properti ritelnya berkembang pesat.

Gabungan konsep yang dimaksud adalah dengan meluncurkan aplikasi GORO yakni konsumen bisa berbelanja secara langsung di lokasi toko dan bisa membayar secara nontunai melalui aplikasi tersebut.

Hal ini, menurut Mila, bisa meningkatkan efisiensi lantaran konsumen tidak perlu lagi mengantre untuk membayar belanjaannya dan pembayaran bisa lebih akurat.

“GORO kami buka pertama kali di Cibubur setahun lalu 17 Oktober 2018, terus grand opening April 2019. Jadi, yang kita lakukan bukan buka toko besar di mana-mana, melainkan kami buka toko besar di satu tempat, tapi di sekitarnya kami buka kemitraan di tiap cabang,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (16/12/2019).

Selain konsep tersebut, GORO juga menerapkan tiga konsep lainnya, yakni distribusi, kemitraan, dan lastmile (warung). Kemitraan yang dilakukan adalah bekerja sama dengan komunitas untuk mengisi toko-toko GORO dan membagi hasil penjualan dengan para mitra.

“Dari tahun lalu dibuka pertama kali, saat ini kita sudah punya 25 toko. Kemudian, untuk di GORO Jatibening sudah dimiliki satu koperasi beranggota sekitar 275 orang. Nah, yang mengisi ini tinggal ikuti sistem kita semuanya, suplai dari kita, jadi sambil melakukan juga social entrepreneur,” sambungnya.

Format kecil adalah toko serupa toko swalayan mini, tetapi dimiliki komunitas. Adapun, produk yang dipasarkan tidak hanya makanan kering, tetapi juga yang segar, yang dipasok dari komunitas sekitar seperti untuk produk telur atau sayuran.

“Jadi seperti pasar modern tapi ukurannya lebih kecil,” kata Mila.

Untuk pasar properti ritel, Mila menyebutkan bahwa ke depannya perusahaan akan lebih mengembangkan ke kemitraan, warung, dan daring luring.

Selanjutnya, untuk target-target 2020, Mila menyebut tetap optimistis, terutama dengan hadirnya dukungan dari Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soeharto dan Keluarga Cendana (keluarga mantan Presiden Soeharto). Mila mengatakan bahwa untuk 2020 targetnya GORO akan membuka sebanyak 120 format kecil dan 550 warung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tommy soeharto goro super grosir
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top