Kargo Ilegal yang Berujung Ari Askhara Dipecat, Ada Apa dengan GCG Garuda?

Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan citra maskapai nasional tersebut sudah tercoreng usai kejadian tersebut.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  15:49 WIB
Kargo Ilegal yang Berujung Ari Askhara Dipecat, Ada Apa dengan GCG Garuda?
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). - ANTARA /Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Terbongkarnya kasus dugaan penyelundupan barang secara ilegal melalui penerbangan pesawat baru GA 9721 Rute Toulouse--Jakarta membuat publik mempertanyakan tata kelola atau good corporate governance (GCG) di dalam tubuh PT Garuda Indonesia Tbk.

Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan citra maskapai nasional tersebut sudah tercoreng usai kejadian tersebut. Terlebih, selama ini kebijakan Direktur Utama Garuda IGN Askhara Danadiputra yang biasa disapa Ari Askhara sudah akrab dengan kontroversi.

"Pertanyaannya, selama ini good corporate governance Garuda jalan enggak, saya ngak tau jawabannya," katanya kepada Bisnis.com, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, penjaga keamanan terakhir bagi Garuda adalah Menteri BUMN. Kali ini, Menteri BUMN Erick Thohir dinilai sudah melakukan aksi yang tepat terhadap perusahaan di bawah kewenangannya.

Dia mengungkapkan sejumlah pihak di internal Garuda ada yang tidak sepaham dengan kebijakan Ari Askhara yang menjabat sebagai Dirut. Namun, mereka juga tidak bisa melawan karena kemungkinan merasa terancam.

Gerry berharap penghentian Dirut Garuda bisa menjadi solusi terhadap kinerja maupun kebijakan maskapai terkait dengan aspek layanan. Selama ini, beberapa gebrakan manajemen hanya bersifat gimmick.

Dia mencontohkan pembuatan seragam baru, in-flight meals yang menggandeng pihak ketiga, hingga konser musik di atas pesawat. "Cutting cost memang diperlukan, tetapi jangan sampai mengorbankan aspek layanan dan kenyamanan penumpang," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, harley davidson

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top