IFC Imbau supaya Rumah MBR Ikut Terapkan Bangunan Hijau

Selama ini, penerapan bangunan hijau selalu diidentikkan dengan pengembangan bagi kelas menengah hingga menengah atas.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  16:55 WIB
IFC Imbau supaya Rumah MBR Ikut Terapkan Bangunan Hijau
Ilustrasi green building - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — International Finance Corporation, World Bank Group, mengimbau agar pengembangan properti, termasuk untuk rumah bersubsidi bisa menggunakan konsep bangunan hijau atau green building.

Pasalnya, hasil akhir dari rumah tersebut dinilai bisa lebih menguntungkan bagi masyarakat.

Selama ini, penerapan bangunan hijau selalu diidentikkan dengan pengembangan bagi kelas menengah hingga menengah atas. Pengembangannya dianggap bisa menambah biaya pembangunan sehingga membuat biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Padahal, tambahan biaya yang diperlukan tipis, tak sebanding dengan keuntungan yang bakal didapat penghuni bangunan yang berkonsep hijau.

Hal itu disampaikan Sandra Pranoto, East Asia Green Building Program Lead IFC, yang mengatakan bahwa tambahan biaya untuk membangun hunian dengan konsep bangunan hijau hanya sekitar 0,50 persen—12 persen, sedangkan penghematan biayanya dari energi yang digunakan bisa sampai 37 persen.

“Dengan menggunakan konsep ini, misalnya, dengan sirkulasi udara yang lebih baik, ada jendela besar sehingga pencahayaan lebih baik, bisa membuat pemilik rumah lebih hemat listrik,” kata Sandra dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Apalagi, tuturnya, 20 persen penghasilan masyarakat saat ini untuk membayar tagihan listrik. “Kalau bisa dihemat kan menguntungkan sekali.”

Menurut riset IFC, saat ini tingkat okupansi di bangunan berkonsep hijau di apartemen maupun rumah tapak juga naik 23 persen. Banyak orang yang mulai sadar dan akhirnya lebih memilih tinggal di bangunan hijau lantaran banyak hal yang bisa menghemat.

Bangunan rumah sosial yang sudah menerapkan konsep tersebut di antaranya adalah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Daan Mogot yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak tujuh menara yang ada, seluruhnya telah menerapkan konsep bangunan hijau.

Selain itu, ada pula proyek pengembang subsidi, yakni rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di Subang dan pengembangan Citra Maja Raya oleh PT Ciputra Residence di tiap-tiap huniannya yang harganya di bawah Rp500 juta.

“Jadi, bukan berarti pengembangan green building itu sulit. Karena sekaran sudah lebih mudah, kok. Kami sudah menyiapkan website yang gratis sehingga bisa melakukan penilaian, bangunannya sudah termasuk hijau atau belum,” ungkapnya.

Menurut Sandra, konsep bangunan hijau harusnya justru lebih memudahkan untuk masyarakat berpenghasian rendah. Hal ini juga harus diawali dari kesadaran pemerintah dan harus ada edukasi bahwa membangun bangunan hijau tidak hanya untuk kalangan menengah dan menengah atas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
green building, ifc, bangunan hijau

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top