Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Melambat, Perekonomian Indonesia Diklaim Aman dari Resesi

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Raden Pardede, kondisi ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun depan. Hal ini akan berdampak negatif pada volume perdagangan Indonesia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  16:12 WIB
Kapal kargo Kalla Lines bersandar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kapal kargo Kalla Lines bersandar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat pada 2020 mendatang. Meski demikian, pertumbuhan moderat yang akan dicapai membuat Indonesia aman dari ancaman resesi.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Raden Pardede, kondisi ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun depan. Hal ini akan  berdampak negatif pada volume perdagangan Indonesia.

“Ekspor bahan baku dan intermediate goods ke China akan berkurang, ekspor ke Amerika Serikat juga akan terbatas. Selain itu harga komoditas seperti minyak kelapa sawit dan batubara juga masih rendah,” jelas Raden dalam acara PermataBank Indonesia Economic Outlook 2020: Maintaining Resilience Amidst Global Uncertainty di Jakarta,Rabu (4/12/2019) malam.

Pada sisi lain, sektor investasi dan pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini terlihat dari kenaikan capital inflow bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Laporan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pada Oktober 2019 modal asing yang masuk ke Indonesia dalam bentuk investasi portofolio mencapai US$4,7 miliar. Sebagian besar dari dana asing tersebut masuk dalam bentuk surat utang negara (SUN) berdenominasi rupiah.

Selain itu, SUN yang dikeluarkan pemerintah selama 2019 terbilang sangat diminati investor asing. Ia mengatakan, sejumlah investor dari luar negeri ada yang meminta pemerintah untuk meningkatkan intensitas lelang SUN karena kupon yang ditawarkan amat menarik.

“Hal ini juga yang membuat nilai tukar Rupiah selama 2019 stabil dan ini yang bisa menjadi jalur perbaikan untuk Indonesia apabila nantinya terjadi gejolak global,” ujar Raden.

Melihat kondisi tersebut, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,7% hingga 5%. Meski mengalami perlambatan, ia menilai angka pertumbuhan Indonesia masih relatif lebih baik bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

“(Perekonomian) Indonesia masih cukup resilient pada tahun depan dan menurut saya kita aman dari ancaman resesi,” tutur Raden.

Sentimen senada juga diungkapkan oleh Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Menurutnya, Indonesia dapat bertahan dari ketidakpastian global berkat bauran kebijakan yang dikeluarkan oleh BI, Kementerian Keuangan, dan pemerintah secara keseluruhan.

Selain itu, perekonomian Indonesia yang masih bergantung pada konsumsi domestik juga membuat Indonesia tidak terlalu terdampak oleh faktor eksternal. Ia melanjutkan, pemerintah perlu menjaga dan meningkatkan konsumsi rumah tangga Indonesia agar ketahanan ekonomi negara tidak rentan.

Josua melanjutkan, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang baik pada tahun-tahun mendatang apabila dapat bertahan di tengah ketidakpastian global di tahun depan. Sinkronisasi kebijakan antara BI, Kementerian Keuangan, dan pemerintah yang telah berjalan harmonis perlu terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Apalagi, Indonesia juga memiliki kebijakan-kebijakan yang menjanjikan bagi para investor luar negeri seperti omnibus law atau tax allowance yang baru saja direvisi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top