Asia Pasifik Pecahkan Transaksi Real Estate Kuartal III/2019

Jones Lang LaSalle Incorporated, perusahaan manajemen real estate dan investasi global mencatatkan volume transaksi real estate komersial di Asia Pasifik mencapai US$128 miliar pada kuartal III/2019.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  06:34 WIB
Asia Pasifik Pecahkan Transaksi Real Estate Kuartal III/2019
Pemandangan kota Hong Kong dari atas bukit, Jumat (4/8/2017). - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA - Jones Lang LaSalle Incorporated, perusahaan manajemen real estate dan investasi global mencatatkan volume transaksi real estate komersial di Asia Pasifik mencapai US$128 miliar pada kuartal III/2019.

Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets JLL mengatakan volume transaksi selama periode Juli hingga September 2019 naik 18% dibandingkan tahun lalu sehingga menjadikan kinerja pada kuartal tahun ini terbaik dalam sejarah.

"Investor di Asia Pasifik menghadapi sejumlah tantangan seperti perlambatan pertumbuhan dan perang dagang. Kinerja Asia Pasifik dalam tiga kuartal pertama tahun ini secara signifikan lebih baik dari pada pertumbuhan volume transaksi rerata global yang mencapai 1%," kata Stuart dari rilis diterima Bisnis, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, faktor lain adalah likuiditas menguat di beberapa pasar seperti Seoul, Tokyo dan Singapura membuat pelaku pasar tetap solit sehingga para investor Asia lebih mendiversifikasi kepemilikan real estate mereka baik di kawasan ini maupun secara global.

Dia menyebutkan Seoul merupakan yang paling likuid di mana nilai real estate yang ditransaksikan selama tiga kuartal pertama tahun ini mencapai US$15,4 miliar.

Sementara itu, investasi di Shanghai mencapai US$14,4 miliar dengan jumlah US$3,5 miliar diterima di kuartal ketiga.

Adapun kantor real estate Singapura merupakan yang terkuat di dunia dengan pertumbuhan volume lebih dari 175% dibanding tahun lalu.

Transaksi besar juga terjadi di Sydney telah membukukan sejumlah transaksi berskala besar sepanjang tahun ini.

Transaksi yang terbesar adalah akuisisi Blackstone senilai US$1,1 miliar dari portofolio aset kantor dari Scentre Group pada kuartal kedua.

 Pada kuartal ketiga, investasi asing ke Sydney datang terutama dari dana pensiun Kanada dan perusahaan grup Singapura. Sejauh ini, aliran modal antar negara ke Sydney sebesar 88 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebanyak US$3,5 miliar diinvestasikan oleh investor asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top