Milenial Perlu Dilibatkan agar Desain Ibu Kota Lebih Komprehensif

Peserta yang mengikuti sayembara desain ibu kota negara yang sudah masuk tercatat 292.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  17:47 WIB
Milenial Perlu Dilibatkan agar Desain Ibu Kota Lebih Komprehensif
Foto aerial Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (31/8/2019). Sebagian dari kawasan yang masuk sebagai hutan konservasi itu nantinya akan digunakan untuk wilayah ibu kota baru. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Desain ibu kota negara diharapkan juga mampu mengakomodasi harapan generasi milenial. Masukan dari mereka diharapkan akan memperkaya rancangan desain ibu kota negara supaya lebih komprehensif.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dani H. Sumadilaga mengatakan bahwa ibu kota negara adalah milik seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial.

"Ke depan yang akan mengisi [ibu kota negara] adalah kaum milenial sekarang, yang berdasarkan pengalaman dan persepsi terhadap kehidupan, mungkin berbeda dengan generasi lainnya," ujarnya di sela-sela acara Focussed Group Discussion 5 Perencanaan dan Perancangan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, penyelenggaraan FGD yang bertemakan Membaca Harapan dan Persepsi Kaum Milenial, serta Menyusun Strategi Komunikasi tentang Konsep dan Desain Ibu Kota Negara yang Ideal akan memberi masukan kepada Kementerian PUPR agar urban design ibu kota makin komprehensif.

"Ini jadi catatan bagi PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk menjadi masukan dalam urban design yang sedang kami siapkan untuk IKN. Nanti dikombinasikan lagi dengan masukan dari sayembara, dan [para ahli] internasional," paparnya.

Adapun masukan-masukan dari generasi milenial dalam FGD tersebut di antaranya fasilitas publik yang memadai, area hijau, estetika yang memadukan konsep modern dan tradisional, sarana transportasi yang terintegrasi, dan sektor keamanan yang juga terintegrasi.

Selain itu, Dirjen Cipta Karya juga menambahkan bahwa peserta yang mengikuti sayembara desain ibu kota negara yang sudah masuk tercatat 292.

"Mulai kemarin, sejak Minggu [1/12/2019] kami lakukan evaluasi administrasi seperti syarat-syarat bagi peserta dan karya bisa diterima. Kemudian, tim juri akan maraton melakukan penjurian para peserta dan karya yang lolos tersebut sampai lima besar terbaik,"katanya.

Menurutnya, jika sesuai rencana, pada Desember minggu ke-3 sudah ada hasilnya dan diumumkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sayembara, iknb, Ibu Kota Dipindah

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top