Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akses Priok, SCI Nilai Kereta Barang Lebih Oke Daripada Kanal CBL

Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengatakan moda transportasi barang antara Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan industri di wilayah Jawa Barat, lebih baik menggunakan kereta barang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  18:08 WIB
Akses Priok, SCI Nilai Kereta Barang Lebih Oke Daripada Kanal CBL
Kereta barang milik PT Kereta Api Indonesia. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia tetap merekomendasikan jalur kanal logistik Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) digantikan alternatif lain berupa kereta barang.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan moda transportasi barang antara Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan industri di wilayah Jawa Barat, lebih baik menggunakan kereta barang.

Menurutnya, pengangkutan barang antara Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan industri, baik di Provinsi Jawa Barat maupun provinsi lain di Pulau Jawa, dapat memanfaatkan beberapa container yard (CY) yang telah tersedia misalnya di Cilegon, Cikarang, Klari, Cibungur, dan Bandung.

"CBL akan bermanfaat terutama untuk industri di wilayah Bekasi dan kurang sesuai dari aspek teknis dan ekonomis untuk menjangkau wilayah-wilayah lainnya itu," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (2/12/2019).

Namun demikian, upaya pemanfaatan kereta barang tersebut harus dipersiapkan berbagai infrastruktur, baik di pelabuhan maupun CY KA, seperti peralatan bongkar muat, lapangan penumpukan, dll. Integrasi multimoda harus dilakukan secara efisien dan efektif.

Hasil analisis SCI terhadap sekitar 70 persen volume ekspor-impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada 2016 menunjukkan volume ekspor Tanjung Priok berasal dari Bekasi (sebesar 32 persen), Karawang (29 persen), Purwakarta (8 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (8 persen).

Untuk impor, barang berasal dari Bekasi (sebesar 23 persen), Karawang (36 persen), Purwakarta (9 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (3 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kanal CBL kereta barang
Editor : Hendra Wibawa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top