Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catatan Rasio Elektrifikasi Dinilai Tidak Sesuai Kondisi Riil

PT PLN (Persero) mengakui formula perhitungan rasio elektrifikasi di Indonesia perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 November 2019  |  15:50 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui formula perhitungan rasio elektrifikasi di Indonesia perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Adapun Kementerian ESDM menghitung rasio elektrifikasi hingga kuartal III/2019 sebesar 98,86%. Rasio elektrifikasi terendah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan besaran 73%.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pihaknya berupaya melakukan diskusi dengan pemerintah melalui Kementerian ESDM mengenai penyesuaian formula perhitungan rasio elektrifikasi. Selama ini, rasio elektrifikasi dihitung berdasarkan perbandingan jumlah sambungan listrik dibagi dengan jumlah rumah kepala keluarga (KK).

Menurutnya, formula tersebut tidak memperhitungkan satu KK yang bisa memiliki lebih dari satu rumah. Kondisi ini menjadikan hasil perhitungan rasio elektrifikasi menjadi bias.

Apabila dilihat berdasarkan perhitungan provinsi, rasio elektrifikasi akan terlihat besar. Sementara itu, apabila rasio elektrifikasi dirinci hingga ke wilayah terkecil, yakni sampai ke kabupaten hingga desa, rasio elektrifikasi akan semakin kecil.

Menurutnya, PLN mulai melakukan pemadanan data dengan meminta seluruh unit melakukan pengecekan langsung hingga ke pelosok desa. Pengecekan tersebut mulai dari melihat apakah desa tersebut berlistrik atau tidak hingga jenis sumber listrik, yakni dari PLN, pemerintah daerah melalui pembangkit diesel, ataupun lewat menggunakan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE).

"Kami perbaiki, kami lakukan sambil bicara juga dengan ESDM. Mudah-mudahan formulasinya bisa disesuaikan agar merepresentasikan kondisi riil di lapangan. Semoga orang tidak bias," katanya, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya, meskipun besaran rasio elektrifikasi saat ini masih perlu dihitung kembali, PLN masih akan berupaya untuk melanjutkan target pemerintah dalam mewujudkan rasio elektrifikasi 100% pada 2020. Apabila pendataan telah dilakukan, PLN baru akan menyesuaikan jenis pembangkit yang mungkin dibangun untuk melistriki daerah yang belum terelektrifikasi.

"Targetnya 17 Agustus 2020 atau 75 tahun Indonesia merdeka. Mau kami detailkan karena kalau tidak, tiba-tiba sudah 17 agustus saja. Mari kita berkeringat bekerja keras," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN kementerian esdm pembangkit listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top