Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Misi Ahok dan Chandra Hamzah : Tenggelamkan Koruptor di BUMN

Pemilihan Ahok dan Chandra Hamzah adalah bentuk keseriusan Erick Thohir membenahi carut marut di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 November 2019  |  19:10 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. - Antara
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama Pertamina dan eks-pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama Bank Tabungan Negara. 

Michael Umbas, mantan Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, mengatakan bahwa pemilihan Ahok dan Chandra Hamzah adalah bentuk keseriusan Erick Thohir membenahi carut marut di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

“Nanti sederet figur pendobrak lainnya Erick tentu akan pilih. Jadi, boleh dibilang Erick Thohir ini kayak Bu Susi [Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan]. Kalau Bu Susi menenggelamkan kapal, sedangkan misinya Erick Thohir menenggelamkan koruptor di BUMN,” kata Umbas melalui pesan instan, Rabu (27/11/2019).

Umbas menjelaskan bahwa sejumlah lembaga yang inti tugasnya melayani publik otomatis harus bersih. Apalagi belakangan banyak petinggi BUMN terjerat korupsi.

Dia meyakini Presiden Joko Widodo memilih Erick karena tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang tertanam kuat dan dapat menghambat perubahan.

Tujuannya tentu untuk membenahi BUMN yang memiliki aset sekitar Rp8.100 triliun. Langkah Erick bisa membersihkan BUMN. Tentu ini akan berdampak pada akuntabilitas dan iklim bisnis BUMN yang semakin baik dan transparan.

“Kalau dulu indikator kinerja utama manajemen BUMN lebih kepada kemampuan menghasilkan laba untuk dividen dan pajak ke negara, sekarang di era Menteri BUMN Erick Thohir variabel utamanya soal tata kelola perusahaan yang baik. Tidak boleh ada korupsi dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok,” jelas Umbas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn ahok erick thohir Chandra Hamzah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top