Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rute Penyeberangan Dumai-Melaka Siap Dibuka, Terminal RoRo Perlu Bersolek

Pemerintah telah menetapkan Bandar Sri Junjungan sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi rute kapal RoRo Dumai-Melaka.
Arif Gunawan dan Rivki Maulana
Arif Gunawan dan Rivki Maulana - Bisnis.com 25 November 2019  |  11:10 WIB
Foto aerial bangunan yang akan menjadi Terminal RoRo Bandar Sri Junjungan, Minggu (24/11/2019). - Bisnis/Foto/foto: Himawan L. Hugraha.
Foto aerial bangunan yang akan menjadi Terminal RoRo Bandar Sri Junjungan, Minggu (24/11/2019). - Bisnis/Foto/foto: Himawan L. Hugraha.

Bisnis.com, PEKANBARU — Rencana pembukaan rute kapal roll on roll off atau RoRo Dumai—Melaka tahun depan perlu dibarengi dengan peningkatan fasilitas di Terminal RoRo Bandar Sri Junjungan. Saat ini, fasilitas terminal kurang memadai.

Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019, Minggu (24/11/2019), gedung terminal terbilang semrawut. Sampah bertebaran di beberapa titik di sekitar ruang tunggu. Sampah juga terlihat di pangkal trestle atau anjungan akses masuk kendaraan.

Tidak ada loket tiket di gedung terminal. Kendaraan maupun penumpang tanpa kendaraan membayar tarif penyeberangan di loket serupa pos jaga di muka anjungan.

Panjang anjungan mencapai 800 meter menjorok ke laut. Sejumlah pekerja tampak hilir mudik mengerjakan perbaikan pedesterian bagi penumpang tanpa kendaraan.

Mulya, petugas lapangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau, mengatakan bahwa saat ini fasilitas di terminal memang tengah dibenahi. Berdasarkan informasi dari laman Layana Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Riau, biaya rehabilitasi fasilitas pelabuhan mencapai Rp2,68 miliar.

"Pintu antrean ini akan diperbaiki, aspal untuk kendaraan juga diperbaiki. Kalau ruang tunggu belum ada, belum tahu apakah dianggarkan atau tidak," tuturnya kepada Tim Jelajah.

Pemerintah telah menetapkan Bandar Sri Junjungan sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi rute kapal RoRo Dumai—Melaka. Saat ini, terminal yang sudah beroperasi sejak 2010 itu hanya melayani rute domestik ke Pulau Rupat dan kapal cepat ke Batam.

Mulya mengatakan bahwa Pelabuhan Bandar Sri Junjungan melayani penyeberangan ke Pulau Rupat sebanyak 8—9 trip per hari. Jumlah itu didukung dua kapal RoRo, yaitu KMP Muria dan KMP Swarna Dharma. Waktu penyeberangan ke Pulau Rupat mencapai 90 menit, terdiri atas waktu muat di pelabuhan asal, waktu berlayar, dan waktu bongkar di pelabuhan tujuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal roro Dumai Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 tol pekdum

Sumber : Jelajah Sumatra

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top