Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditarget Rampung Akhir 2019, Review GSP AS Sisakan 3 PR Bagi Indonesia

Peninjauan kembali fasilitas sistem tarif preferensial (generalized system of preferences/GSP) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih menyisakan tiga poin pembahasan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 November 2019  |  18:50 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence (ketiga kiri) melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Asean di Pusat Konvensi Suntec, Singapura, Rabu (14/11/2018). - REUTERS/Athit Perawongmetha
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence (ketiga kiri) melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Asean di Pusat Konvensi Suntec, Singapura, Rabu (14/11/2018). - REUTERS/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Peninjauan kembali fasilitas sistem tarif preferensial (generalized system of preferences/GSP) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih menyisakan tiga poin pembahasan.

GSP merupakan program unilateral Pemerintah AS berupa pembebasan tarif bea masuk ke pasar negara tersebut kepada kepada 121 negara berkembang, termasuk Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan tiga poin pembahasan tersebut terkait dengan aturan lokalisasi pusat data, porsi kepemilikan asing di perusahaan asuransi dan reasuransi, dan perizinan.

Adapun sebelumnya terdapat 11 poin pembahasan dalam peninjauan kembali fasilitas GSP yang berlangsung sejak April 2018.

“Lokalisasi pusat data, [porsi kepemilikan asing di] perusahaan asuransi dan reasuransi, dan licensing (perizinan) ini tiga hal yang belum diselesaikan. Untuk licensing ini sudah sebenarnya tinggal tanda tangan saja, sudah di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham),” katanya di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Jerry berharap peninjauan kembali fasilitas GSP bisa rampung sebelum akhir tahun ini.

Dia menyebut poin pembahasan yang masih tersisa akan dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Perdagangan Agus Suparmanto ke AS pada bulan depan.

Menurut Jerry, pada kunjungan kerja yang dia lakukan bersama Wakil Menteri Luar Negeri Mahendera Siregar ke Negeri Paman Sam pada 16-21 November lalu peninjauan kembali fasilitas GSP menjadi pembahasan utama dengan Perwakilan Perdagangan AS (United States Trade Representative/USTR) dan Departemen Perdagangan AS (United States Departement of Commerce/USDOC).

Selain itu, pada kesempatan yang sama pihaknya juga melakukan pertemuan dengan Departemen Pertanian AS (United States Departement of Agriculture/USDA) dan sejumlah pelaku usaha.

“Kami bertemu langsung dengan Deputi USTR Jeffrey Gerrish dan menyampaikan kembali pentingnya fasilitas GSP bagi Indonesia dan AS. Kami meminta dalam waktu dekat atau tahun ini [peninjauan kembali] fasilitas GSP bisa diselesaikan.  Respon dari pihak AS sangat baik, karena memang [fasilitas] GSP ini adalah win-win solution,” ungkapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat bilateral
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top