Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terapkan SVLK, Nilai Ekspor Kayu Indonesia Sejak 2013 Tembus US$65 Miliar

Nilai ekspor produk kayu terus mengalami peningkatan sejak Indonesia mewajibkan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) pada 2013. Hingga 18 November 2019, nilainya telah mencapai US$65 miliar.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 November 2019  |  18:23 WIB
Konferensi pers 10 tahun implementasi SVLK dan 3 tahun keeja sama FLEGT-VPA yang dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK Rufi'ie, Senin (18/11/2019). - Bisnis/Desyinta Nuraini
Konferensi pers 10 tahun implementasi SVLK dan 3 tahun keeja sama FLEGT-VPA yang dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK Rufi'ie, Senin (18/11/2019). - Bisnis/Desyinta Nuraini

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai ekspor produk kayu terus mengalami peningkatan sejak Indonesia mewajibkan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) pada 2013. Hingga 18 November 2019, nilainya telah mencapai US$65 miliar.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rufi'ie mengatakan ada peningkatan nilai ekspor produk kayu sebesar 10% per tahun. 

Menyitir data perkembangan ekspor produk industri kehutanan berdasarkan penerbitan dokumen V-legal yang dikeluarkan KLHK, pada 2013 nilai ekspor produk kayu US$6,05 miliar. Ada sedikit peningkatan pada 2014 menjadi US$6,5 miliar. 

Nilainya melonjak pada 2015 jadi US$9,8 miliar, namun sempat turun menjadi US$9,2 miliar pada 2016. Nilai ekspor produk kayu kembali merangkak pada 2017, yakni US$10,9 miliar. 

Pada 2018, nilainya kembali naik jadi US$12,3 miliar. Untuk 2019, hingga 18 November, nilai ekspor produk kayu Indonesia telah mencapai US$10,2 miliar.

"Ekspor kita meningkat. Indonesia akan terus berkomitmen suplai pasar dunia dengan kayu legal, termasuk pasar Eropa," kata Rufi'ie di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Adapun 10 tahun lalu, Indonesia secara resmi meluncurkan SVLK sebagai suatu sistem untuk mendukung upaya pemberantasan pembalakan liar serta meningkatkan perdagangan kayu legal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu svlk
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top